OL (28)

1766 Words

PONSEL terus bergetar di atas sofa. Sementara itu Molly di sebelahnya menggigit jari sambil menatap ponselnya itu dengan bimbang. Sejak sampai di apartemen pukul sembilan pagi, hingga sore ini… bahkan Rose dan Shally sudah pulang, Fano masih terus menghubunginya. Jika tadi masih berjarak 1 atau 2 jam, sekarang tidak ada jedanya. Ponselya sudah begetar 7 kali beruntun dan itu semua panggilan dari Fano. Ini pasti gara-gara Kenzo sialan itu! Kenapa dia seenaknya saja sih menyentuh ponsel ku. Menjawab panggilan kak Fano lagi. Ya Tuhan… bisa mati aku kalau begini. Kak Fano pasti mau mengintrogasi aku perihal Kenzo. Bukan apa, Molly hanya takut memulai kebohongan pada sang kakak. Karena jika satu kebohongan sudah dimulai, pasti akan berlanjut pada kebohongan-kebohongan berikutnya untuk menutu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD