"Alan...." Tubuhku terasa membeku. Membatu. Darah terus mengalir dari jantung yang memompa. Pergerakan terhenti. Seluruh fokusku tertumbuk padanya. Orang yang selama ini kukutuk dengan segenap hatiku. Ya Tuhan, ini adalah mimpi buruk. Pasti! Apa yang kusaksikan sekarang jelas bukanlah kenyataan. Tidak mungkin. Tidak mungkin Alenna sedang berada dalam gendongan Alan, bukan? Alennaku, buah hatiku... sedang digendong oleh ayah biologisnya. Tidak! Ini semua pasti hanyalah khayalan semata! Melihat putriku yang berada dalam pelukan Alan, membuatku tiba-tiba merasakan sebuah ketakutan. Ketakutan akan direbut dan direnggutnya Alenna dari kehidupanku. Alan memang adalah ayah biologisnya. Walau bagaimanapun, ikatan darah antara Alan dan Alenna tak dapat terelakkan dan terputuskan. Dan aku takut

