Kebersamaan hanya kata yang sederhana namun tidak bagi pria yang tengah duduk menunggu menu sarapan terhidang di depannya. Dapat melihatnya kembali selama tidak bertemu bertahun-tahun saja sudah membuat ambisi Jee berkobar, tapi memang begitulah ia terlalu tamak dan egois karena ingin memiliki seorang Yoanna seutuhnya. Aroma harum dari olahan kopi menyembul sangat menggoda hidung terutama lidah, suara air tertuang dalam gelas telah mengubah pandangan Jee pagi ini. "Ta--da...," Yoanna membalikkan tubuh dan menuju tempat duduk Jee. "Rasa favotit sudah datang." Sebenarnya Yoanna tidak tahu apakah Jee menyukai espresso tercampur s**u yang biasa Yoanna buat di rumah atau tidak. Yang Jelas Yoanna melihat Jee tidak pernah menolak dan selalu menghabiskan satu gelas cappucino.

