Bagian 14 - Kyara's Birthday

1963 Words
Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap tanda love dan follow akun aku ya :) ***   “Ken, thank you ya udah mau jagain Ilona dan Nevan. Bokap Nyokap gue udah terbang lagi ke luar negeri nikmatin masa tua mereka. Ngabisin duid yang nggak abis-abis,” kata Rayyan sambil mengambil Nevan yang sudah terlelap dari gendongan Kenan. “Ke luar negeri lagi? Rumah yang di sana sepi dong? Lo sama Kyara nggak mau pindah ke sana? Lebih gede juga kan rumahnya.” Kenan menanyakan hal tersebut pada sahabatnya. Kenan sangat mengetahui jika rumah keluarga Rayyan sangatlah besar dan mewah. Namun, Rayyan menggeleng dengan mantap. “Gue lebih bahagia seperti sekarang. Walau rumah nggak sebesar yang di sana, tetapi kehangatan dalam keluarga gue selalu tercipta.” Kenan pun setuju dengan Rayyan. Dia menepuk lengan sahabatnya itu dan tersenyum simpul. “Ingat, Ray. Jagain Kyara baik-baik. Jangan sampai masalah yang dulu muncul lagi. Jangan bikin dia menderita lagi.” “Nggak perlu khawatir, Ken. Gue udah bisa berdiri dengan kaki gue dan hanya akan memberikan Kyara kebahagiaan sampai akhir hidup gue,” jawab Rayyan dengan penuh keyakinan. Kemudian Kenan melirik ke dalam mobil Rayyan yang pintunya masih terbuka. Kenan menyunggingkan senyum lembut saat melihat Ilona juga sudah terlelap dalam posisi setengah berbaring di kursi depan sambil memeluk erat hadiah yang dia beli untuk mamanya. “Lo yakin bisa bawa pulang mereka sendirian? Kyara kemana?” tanya Kenan yang mengkhawatirkan Rayyan dan dua buah hatinya. “Kyara di rumah orang tuanya. Ini gue juga mau jemput dia dulu kok,” jawab Rayyan. “Butuh gue temenin? Jadi Nevan masih bisa digendong sama Naya.” Mata Kenan melirik ke belakang. Dari jendela mobil Kenan yang terbuka Kenan dan Rayyan bisa melihat Naya sedang menyandarkan kepalanya. Rayyan pun menolak tawaran Kenan. “Nggak usah, Ken. Gue bisa sendiri kok. Itu juga cewek lo kayaknya udah capek banget. Lo antar dia pulang aja.” Kenan melirik kembali pada Naya. Diperhatikan baik-baik raut wajah Naya yang lelah. Barulah setelah itu dia berpikir jika ucapan Rayyan ada benarnya. “Okay. Kalau gitu gue antar Naya pulang dulu ya. Lo hati-hati bawa Ilona sama Nevan.” Kenan mengusap kepala belakang Nevan sebelum dia kembali ke mobilnya. Kedua pria itu kemudian mmasuk ke dalam mobil masing-masing dan melajukannya ke arah yang berlawanan. Seperti yang Rayyan katakana tadi, dia akan menjemput sang istri terlebih dahulu. Dilajukannya dengan sangat hati-hati mobil yang dia kendarai, karena Nevan dia baringkan di kursi belakang dan hanya dijaga sebuah guling kecil karakter kartun kesukaan Ilona. Sementara itu di dalam mobil Kenan, Naya yang sudah sangat kelelahan mengasuk dua orang anak hanya bisa menatap ke luar jendela tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Tampaknya bukan hanya raganya saja yang lelah, tetapi juga hatinya. Keesokan harinya, Kenan mengebut pekerjaannya. Semua jadwal meeting dengan klien hari ini dibatalkan dan diganti dengan hari yang lain. Ada hal yang ingin Kenan lakukan hari ini dan dia tidak mau terganggu dengan jadwal meeting. Hari ini adalah hari ulang tahun Kyara. “Naya, mana notulen rapat yang kemarin? Kamu belum serahkan pada saya kan?” Kenan menengadahkan tangan kanannya di hadapan Naya. Diberikan sebuah map berisi notulen rapat ke telapak tangan Kenan. “Silahkan diperiksa dulu, Pak. Jika ada yang harus diperbaiki saya akan segera memperbaikinya.” Kenan membuka  map tersebut dan membaca tiap halaman notulen rapat dengan sangat seksama. Kenan tampak mengangguk-anggukkan kepalanya, kemudian dia menatap ke arah Naya dan berkata, “Sudah bagus. Kamu boleh lanjut bekerja.” Tanpa banyak bicara Naya sedikit membungkukkan tubuhnya lalu berbalik dan melangkah keluar ruangan Kenan. Padahal saat itu sikap Naya sudah jelas berbeda. Dia tidak banyak bicara seperti biasa. Raut wajahnya juga tampak lesu dan tidak bersemangat. Tetapi Kenan tidak menyadari hal tersebut. Dia sangat fokus ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan ingin segera menemui Kyara untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Waktu berjalan dengan cepat, jam di layar laptop Kenan sudah menunjukkan pukul empat sore. Kenan langsung mengakhiri semua pekerjaannya dan segera bersiap-siap. Dia meraih ponsel yang diletakkan di samping laptopnya, lalu dicarinya kontak Kyara dan langsung dia menekan tombol untuk menghubungi wanita itu. Tuutt … tuutt … tuutt …. “Halo, Ken.” Kyara menerima panggilan telepon dari Kenan. “Kyara, kamu dimana?” tanya Kenan. “Aku lagi di butik langganan aku, mau beli gaun untuk makan malam bareng mas Rayyan nanti,” jawab wanita tersebut. Kesempatan. Itulah yang langsung terlintas dalam benak Kenan. Jadi dia tidak perlu mencari banyak alasan. Kebetulan Kenan sangat hafal jika Kyara tidak akan sebentar saja jika sudah berada di dalam butik. Wanita itu pasti akan berbincang-bincang dengan pemilik butik terlebih dahulu. “Kyara, aku jemput kamu di sana ya.” Kenan menawarkan dirinya. Namun, Kyara tampak keberatan dengan tawaran Kenan. “Nggak usah, Ken. Aku bisa pulang sendiri kok.” “Rayyan nggak jemput kan? Ya sudah kamu jangan pergi dulu, aku ke sana sekarang.” Kenan tidak mau menunggu jawaban dari Kyara dan langsung menekan tombol merah di layar ponselnya. Semangat membara mulai terlihat dari diri pria empat puluh tahun tersebut. Dia bangkit dari kursi lalu menyambar jas yang dia letakkan di sandaran kursi. Langkahnya sedikit terburu saat melewati pintu keluar dari ruangannya. “Naya, saya ada urusan. Kamu tolong bereskan ruangan saya dulu sebelum pulang ya!” perintah Kenan sambil nerlalu melewati meja Naya. Jangankan menolak, untuk menjawab saja Naya tidak mempunyai kesempatan. Kenan sudah berlalu dengan cepat dan sangat terburu-buru. Naya menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Mau tidak mau dia tetap harus menuruti perintah Kenan. Itu adalah tugasnya sebagai sekretaris. Naya pun beranjak dari kursinya dan melangkahkan kakinya masuk ke ruangan Kenan. Dirapikan meja Kenan yang sedikit berantakan, lalu dimatikan juga laptop yang ditinggalnya begitu saja. Sepertinya ini untuk yang pertama kalinya Naya mematikan laptop milik Kenan, karena biasanya pria itu tidak pernah kelupaan untuk mematikan laptopnya sebelum dia pulang. Mata Naya tiba-tiba terpaku pada sabuah foto yang dijadikan oleh Kenan sebagai wallpaper di layar laptopnya. Nafas Naya tercekat, dadanya terasa sesak tiba-tiba. Foto tersebut adalah foto Kenan dan Kyara saat masih muda dulu. Sepertinya itu foto saat mereka menjadi sepasang kekasih. Tampak raut wajah mereka berdua yang sangat bahagia dalam foto tesebut. Raut wajah yang bahkan tidak pernah Naya lihat selama ini. “Apa seistimewa itu Kyara untuk kamu? Sampai kamu menolak untuk menghapus segala sesuatu tentang dia?” lirih Naya. Tangannya gemetar saat dia harus mematikan laptop Kenan dan menunggu layarnya menjadi hitam. Setelah itu Naya berusaha menghela nafas dalam agar bisa sedikit meredakan rasa sesak dalam dadanya. Naya tidak langsung pulang kerumahnya, dia menyempatkan diri untukmampir ke kedai kopi dalam perjalanan pulangnya. Rasanya dia membutuhkan segela kopi dingin untuk bisa mengembalikan semangatnya. Saat Naya mendorong pintu kedai kopi tersebut, dari arah dalam seorang pria hendak keluar dan bertabrakan dengan Naya. “Duh, Mas! Kalau jalan pakai mata dong! Jangan asal nyelonong aja!” Naya memarahi pria tersebut tanpa melihat terlebih dahulu wajah si pria itu. Baguslah, jadi dia bisa meluapkan emosinya yang tertahan. “Naya?” “Loh, kok kenal aku?” Naya tampak bingung dan barulah dia menatap ke wajah si pria. “Ini aku, Nay. Yudha!” Pria tersebut mengenalkan namanya sebagai Yudha. Naya tampak menarik sudut bibirnya, tersenyum lebar dilengkapi dengan sorot mata yang berbinar. “Yudha! Kamu kemana aja sih?!” Naya menepuk bahu Yudha sedikit kencang karena terlalu senang dengan kehadiran pria itu. “Aku nggak kemana-mana, kamu yang kemana aja sampai nggak pernah kelihatan batang hidungnya?” balas Yudha. “Aku sibuk deh pokoknya, hehehe …,” Naya terkekeh menjawab Yudha. Mereka berdua terlalu asyik melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu sambil terus berdiri di ambang pintu sehingga menghalangi jalur keluar masuk pengunjung kedai kopi tersebut. Hingga akhirnya sepasang pengunjung menegur mereka berdua dan meminta mereka untuk pindah ke dalam jika masih ingin terus berbincang. Naya dan Yudha kemudian hanya tertawa meringis menanggapi sepasang pengunjung tersebut. Lalu Naya mengajak Yudha untuk kembali masuk ke dalam dan menemaninya menikmati segelas es kopi. Yudha sendiri adalah teman Naya sejak gadis itu masih kecil. Namun usia Yudha lebih tua dari Naya, sehingga saat mereka sering bermain bersama Yudha lebih memperlakukan Naya seperti adiknya. Tetapi tentu berbeda dengan sekarang. Naya yang dulu masih kecil kini berubah menjadi gadis dewasa yang cantik, dan mampu menarik perhatian Yudha. Bahkan tampaknya bunga-bunga cinta langsung mekar di pertemuan pertama mereka. Sementara itu di tempat lain, Kenan sudah tiba di butik langganan Kyara dan langsung melangkah dengan penuh semangat masuk ke dalam sana. “Kyara!” Kenan menyerukan nama wanita tersebut. Si empunya nama pun menolehkan kepalanya ke sumber suara dan melihat Kenan yang semakin dekat berjalan ke arahnya. “Kamu benar-benar jemput aku ke sini, Ken?” tanya Kyara yang tampak tidak percaya. Padahal wanita itu sendiri tidak menunggu Kenan sama sekali. Memang kebetulan saja Kyara masih berbincang dengan pemilik butik, tepat seperti dugaan Kenan. “Kamu sudah selesai? Gaun seperti apa yang kamu pilih untuk makan malam spesial kali ini?” Kenan tampak penasaran dengan gaun pilihan Kyara. Kyara menjawab, “Kalau itu rahasia, hehehe …. Aku akan menunjukkannya pertama kali nanti malam di hadapan mas Rayyan.” “Rayyan beruntung sekali bisa menjadi yang pertama melihatnya,” ucap Kenan sedikit kecewa. Tidak ingin berlama-lama, Kyara pun langsung berpamitan dengan pemilik butik dan mengajak Kenan untuk mengantarnya pulang. Di dalam mobil, Kenan sengaja tidak langsung membawa mobilnya pergi dari parkiran di teras butik tersebut. Kenan memutar lagu berjudul “BIRTHDAY” yang dinyanyikan oleh Anne-Marie lalu mengeluarkan kotak hadiah dari saku jasnya. “Happy birthday, Kya. Semua doa yang terbaik untuk kamu,” ucap Kenan sambil memberikan kotak hadiah tersebut pada Kyara. Kyara tampak bingung dengan situasi kali ini. Dia merasa sedikit berat untuk menerima hadiah pemberian Kenan, tetapi Kyara tidak mau menyakiti hati pria itu. Namun, jika Kyara menerima hadiah yang Kenan berikan tandanya Kyara memberikan kesempatan pada Kenan, dan Kyara tidak mau jika nantinya terjadi salah paham antara dia dan suaminya. “Ken, maaf. Tapi ….” Kyara berusaha menolak pemberian Kenan, tetapi dengan cepat Kenan memotong ucapan Kyara. “Please ... kamu harus terima hadiah yang kuberikan ini. Jangan buat aku kecewa, Kya.” Kenan tampak memaksa Kara untuk menerima pemberiannya. “Tapi kan, Ken ….” “Ayo, Kya,. Ini hanya hadaiha saja kok. Tidak ada maksud lain dari hadiah ini. Aku juga tidak akan mengharapkan apapun darimu.” Setelah berpikir untuk beberama menit, akhirnya Kyara menerima pemberian Kenan. “Aku terima ya, Ken. Aku akan buka hadianya nanti di rumah. Terima kasih, dan jangan pernah repot-repot lagi memberikan aku hadiah.” Kyara memperingatkan Kenan. Tersungging senyum bahagia di wajah Kenan. Setidaknya, walaupun Kenan tidak bisa menjadi orang pertama yang melihat kecantikan Kyara dalam balutan gaun yang baru dibeli oleh wanita itu, Kenan bisa menjadi orang yang pertama yang memberikan hadiah ulang tahun untuk wanita tersebut. Kemudian Kenan mengantarkan Kyara pulang ke rumahnya. Wanita itu sudah harus bersiap-siap untuk makan malam romantis bersama dengan suaminya malam ini. Lalu Kenan, dia akan tidur lebih awal agar pikirannya tidak terus membayangkan Kyara dengan suaminya menghabiskan malam bersama dengan penuh cinta.   ____________________   PENGUMUMAN KOMENTAR TERBAIK MINGGU PERTAMA   Guys, aku mau umumin siapa saja pembaca dengan komentar terbaik mereka yang beruntung untuk mendapatkan pulsa atau saldo senilai 25 ribu. Komentar terbaik di ambil dari novelku yang berjudul Bukan Cinta Pengganti dan My CEO, My Worst Love. 1.      Puput Assyfa 2.      Momi Kafa Bagi namanya yang disebutkan, harap langsung konfirmasi melalui DM / sss / WhatsApp.. Hadiah akan aku kirim malam atau besok ya, karena hari ini aku sibuk banget… Selamat bagi yang beruntung… Dan yang belum beruntung, kalian masih punya kesempatan untuk minggu berikutnya. Jadi, tetap tuliskan komentar terbaik kalian dengan menyertakan #komenGAaya ya :) Satu lagi, untuk minggu depan aku akan pilih dari komentar terbanyak ya… Hehehe… Yuk, penuhin kolom komentarnya :))
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD