Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap tanda love dan follow akun aku ya :)
***
“Om Kenaannn ….” Ilona berlari sambil menggendong tas ranselnya masuk ke ruangan Kenan.
Naya yang belum mengenal siapa itu Ilona tampak kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa. Ilona sendiri datang tanpa didampingi oleh siapa pun.
“Adeekk …. Dek, jangan asal masuk!” teriak Naya seraya bangkit dan mengejar Ilona masuk ke ruangan Kenan.
Namun, pemandangan tak biasa ditunjukkan oleh Kenan dan gadis kecil yang belum Naya kenal tersebut. Kenan terlihat mengangkat tubuh Ilona ke atas sambil tertawa bahagia. Begitu pun dengan Ilona yang tertawa terbahak-bahak karena tubuhnya di angkat tinggi ke udara.
“Kamu tuh ngagetin Om Kenan tahu nggak sih!” seru Kenan yang kemudian memeluk tubuh gadis kecil itu dan mengusap kepalanya.
“Om Kenan kaget ya? Hahahaha ….” Ilona masih tertawa geli dalam pelukan Kenan.
“Aduh … jiwa kebapakan Pak Kenan bikin dia makin mempesona deh,” Naya melontarkan kekagumannya terhadap sikap Kenan yang baru pertama kali dia lihat.
Namun, sebuah tepukan di bahu Naya menyadarkan gadis itu jika ternyata Ilona datang tidak sendiri.
“Putri saya sudah di dalam ya?” tanya Rayyan yang datang sambil menggendong putra kecilnya.
Naya pun menjawab, “Iya, Pak Rayyan. Itu putri Pak Rayyan ya?”
“Iya. Okay, kalau begitu saya masuk ke dalam dulu ya.” Rayyan pun meleawati Naya dan masuk melangkah masuk ke dalam ruangan Kenan.
Naya yang masih ingin melihat sikap yang berbeda dari seorang Kenan harus menelan kekecewaan karena Rayyan menutup pintu ruangan Kenan dan tidak membiarkan Naya mengintip ke dalam. Naya sendiri bingung jika harus mencari-cari alasan. Dia sudah mendapat peringatan dari Kenan untuk memperbaiki kinerjanya.
“Ya sudahlah, aku kerja lagi aja. Pak Kenan kan minta notulen rapat hari ini. Daripada aku diomelin lagi nantinya,” gumam Naya.
Gadis itu kemudian langsung memainkan jemarinya di atas keyboard laptop menyusun hasil rapat yang akan dilaporkan pada Kenan nantinya.
Sementara itu di dalam ruang kerja Kenan, Ilona tampak sangat lengket duduk dipangkuan Kenan sambil melingkarkan tangannya di leher Kenan.
“Om, anterin Ilona yuk,” bisik gadis kecil itu.
“Memang Ilona mau kemana?” tanya Kenan.
Mata kecil Ilona sempat melirik sebentar pada sang ayah yang duduk di hadapannya. Lalu Ilona kembali berbisik, “Mau ke mal beli kado untuk Mama.”
“Ilona! Jangan ngerepotin Om Kenan!” Rayyan berseru.
Namun, Ilona yang masih duduk di pangkuan Kenan langsung mengeratkan pelukannya dan menolak untuk menatap ke wajah sang ayah.
“Ray, kenapa sih galak banget sama anak sendiri?” tegur Kenan kemudian.
“Bukan galak, Ken. Gue dari tadi udah ngajakin Ilona beli kado untuk Kyara, tapi dia merengek mulu minta ke kantor lo. Katanya dia maunya beli kado sama lo.” Rayyan pun menjelaskan duduk perkaranya.
“Ya sudah kalau begitu. Ilona gue temenin beli kado buat mamanya.” Kenan berusaha membela Ilona sehingga gadis kecil itu tersenyum lebar hingga kedua matanya yang kecil menyipit.
Rayyan kemudian menurunkan Nevan yang sebelumnya juga duduk di pangkuannya. Nevan langsung berlarian menuju ke jendela lalu berjinjit untuk melihat pemandangan di luar sana.
“Ken, lo yakin nggak masalah gue titip Ilona? Jujur aja sebenarnya gue juga masih ada meeting sama klien sampai nanti malam. Gue takut rencana makan malam romantis sama Kyara besok gagal karena gue juga belum nyiapin keperluan untuk kejutan makan malam besok.”
“Ya kalau lo sendiri nggak masalah gue nemenin Ilona sih nggak apa-apa. Gue bisa tunda kerjaan gue sampai lusa kok.” Ya, sampai lusa. Karena Kenan berharap jika di ulang tahun Kyara besok dia bisa ikut merayakannya.
“Wah! Thank you banget ya, Ken! Lo emang teman gue yang paling baik.” Rayyan bangkit dari duduknya untuk meraih tangan Kenan dan mengucapkan terima kasih.
Tetapi kini masih ada satu masalah. Kenan dan Rayyan secara bersamaan menolehkan kepalanya pada Nevan yang asyik melihat ke luar jendela.
“Nevan gimana, Ray? Mau lo titipin ke gue juga?” tanya Kenan yang tampak tidak siap jika Nevan juga harus dititipkan kepadanya.
Rayyan menoleh pada Kenan lalu menyunggingkan senyum lebar sampai kedua matanya menyipit sama persis seperti Ilona sebelumnya. Hanya dengan seperti itu Kenan sudah mengerti apa yang dimaksud oleh Rayyan.
Alhasil, kini Kenan dan Naya menemani Ilona dan Nevan di sebuah pusat perbelanjaan yang berada di daerah Jakarta Selatan. Jarak pusat perbelanjaan tersebut tidak terlalu jauh dari kantor Kenan.
Nevan yang sedang aktif-aktifnya kini berlarian di melewati beberapa toko hingga hampir menabrak seseorang yang berjalan dari arah sebaliknya. Untungnya Naya langsung menangkap bocah laki-laki itu dari belakang lalu menggendongnya.
“Duuhh … kamu bisa diam sebentar saja ya. Tante capek tahu ngejar-ngejar kamu.” Naya berlagak memarahi Nevan.
Merasa tidak suka dimarahi oleh seorang tante yang baru dia kenal, Nevan pun melayangkan tangan mungilnya ke wajah Naya hingga berbunyi plakk dan membuat Naya mengaduh kesakitan.
“Aduhh … sakit …. Pak, ini anak boleh saya cubit sedikit nggak sih?” tanya Naya pada Kenan karena sudah merasa kesal dan tidak sanggup mengasuh Nevan.
Kenan pun mendekat dan mengulurkan kedua tangannya ke hadapan Naya. “Sini, Nevan. Om Kenan gendong yuk,” katanya dengan sangat lembut.
Nevan pun langsung melompat ke tangan Kenan dan memeluk pria itu dengan sangat erat seperti tidak mau dipisahkan apalagi harus dikembalikan pada Naya. Kenan menggendong Nevan dengan satu tangan, dan tangan yang kosong satunya diulurkan pada Ilona.
“Ayo, Ilona. Tuntun tangan Om Kenan. Kita lihat-lihat ke toko tas yang di sebelah sana ya. Mama kamu kan juga suka koleksi tas,” kata Kenan sambil melirikkan matanya ke toko yang dimaksud.
Dengan kedua matanya Naya bisa melihat betapa Kenan sangat menyayangi mereka berdua. Bahkan kedua anak itu juga sudah merasa sangat dekat dengan Kenan. Dari belakang Kenan Naya tampak menyunggingkan senyum.
“Nanti jadi ayah yang baik buat calon anak-anak kita juga ya, Pak,” ucap Naya dengan suara pelan sehingga Kenan yang berjalan di depannya tidak bisa mendengar apa yang diucapkan Naya barusan.
Naya mempercepat langkahnya mengejar Kenan. Lalu dia memberanikan diri untuk menuntun tangan Ilona yang satunya lagi. Potret mereka berempat kini sudah seperti keluarga kecil yang bahagia.
Saat berada di dalam sebuah toko tas, Ilona tampak kebingungan memilih tas yang berjejer di rak. Semua warna yang terlihat menarik dari tas-tas tersebut membuat Ilona ingin membeli semua saja jika dia bisa.
“Om, boleh ya Ilona beli semuanya? Bagus semua tasnya. Jadi nanti mama tinggal pilih aja mau pakai yang mana. Misalnya yang biru itu mama pakai hari Senin, terus yang putih itu mama pakai pas jalan sama papa, terus yang pink itu mama pakai kalau ke kantor Om Kenan jemput Ilona.” Ilona menunjuk satu per satu tas yang tadi dia sebutkan warnanya.
Kenan tampak kebingungan dengan permintaan gadis kecil itu. Dia menggaruk kepala belakangnya yang tiba-tiba terasa gatal karena celotehan gadis itu.
Melihat Kenan yang berdiri kebingungan karena sepertinya sulit menolak permintaan Ilona membeli semua tas, Naya maju dan menarik lengan Ilona lalu menunjukkan sebuah tas berwarna hitam dengan tali rantai berwarna perak. “Ilona, gimana kalau yang ini saja? Bisa buat hari Senin, Selasa, Minggu, mau dipakai ke mal bagus, dipakai kondangan juga bagus, dipakai jalan-jalan sama Ilona juga bagus loh. Jadi beli satu saja ya nggak usah banyak-banyak. Nanti mama Ilona malah jadi bingung.”
Sepertinya usaha Naya berhasil. Ilona menatap tas yang ditunjukkan oleh Naya dengan mata yang berbinar-binar. Naya pun memanggil petugas yang bekerja di toko tersebut untuk mengambil tas yang dia tunjukkan pada Ilona.
“Coba deh kamu lihat. Bagus kan?” Diberikannya tas tersebut pada Ilona agar gadis kecil itu bisa melihatnya sendiri dalam jarak yang dekat, dan juga bisa memegang tas tersebut secara langsung.
“Mbak, Ilona mau yang ini dibungkus ya!” seru Ilona pada petugas toko tas tersebut sambil menyodorkan tas tadi.
“Pfftt!” Naya menahan tawanya, akan tetapi Kenan menyadari hal tersebut.
“Apanya yang lucu?” tanya Kenan.
Naya menjawab, “Ilona yang lucu, Pak. Masa tas dibungkus, memangnya nasi goreng! Hihihi ….”
“Dia benar-benar mirip dengan kamu. Polos dan lugu,” celetuk Kenan.
Dalam sekejap pipi Naya tampak merona. Apa dia bilang? Aku polos dan lugu? Itu pujian untukku kan?
Sedikit jauh dari tempat mereka berdiri, malaikat kecil dan juga setan kecil muncul secara tiba-tiba.
“Lihat, Setan kecil. Naya itu polos dan lugu, jadi jangan pernah pengaruhi dia untuk menjadi gadis yang agresif,” kata sang malaikat kecil memberi peringatan.
Tetapi bukan setan kecil namanya kalau dengan mudah menerima peringatan seperti itu. “Yang Kenan bilang lugu itu anak kecil di sampingnya, bukan Naya. Lagipula tidak bagus menajdi wanita yang lugu. Akan lama mendapatkan si duda keren itu!”
“Ah, dasar setan kecil! Pokoknya jangan memberi pengaruh buruk untuk Naya yang polos!” seru sang malaikat kecil.
“Masa bodoh! Naya harus agresif!” balas sang setan kecil tidak mau kalah.
Woosshh!! Baik malaikat kecil maupun setan kecil pun menghilang dari sekitar Naya.
Setelah tas yang dibeli oleh Ilona sudah dibungkus sesuai permintaan gadis kecil itu, mereka berempat keluar dari toko tersebut dan berjalan saling bergandengan. Kecuali Nevan yang tetap dalam gendongan Kenan.
Pandangan mata Kenan tampak melirik sebuah toko perhiasan di seberang toko tas tadi. Kenan pun memimpin jalan dan mengajak mereka semua ke toko perhiasan tersebut.
“Pak, kita mau ke mana lagi?” tanya Naya penasaran.
“Kita ke toko perhiasan di sana dulu ya. Ada yang mau saya lihat,” jawab Kenan.
Mendengar jika Kenan ingin melihat sesuatu di toko perhiasan, rasa percaya diri Naya langsung muncul dan mengira jika Kenan ingin membelikannya hadiah. Tetapi Naya tidak mau dianggap wanita yang terlalu mengharapkan harta Kenan. Oleh karena itu Naya berusaha menolak ajakan Kenan ke toko perhiasan tersebut.
“Pak, saya nggak usah dibeliin. Masa baru beberapa hari resmi pacaran Pak Kenan sudah memberikan saya barang mahal sih,” celetuk naya penuh percaya diri.
Dahi Kenan berkernyit. “Memangnya siapa yang ingin beli perhiasan untuk kamu?”
“Loh, bukan untuk saya ya?” Naya tampak malu karena suda terlalu percaya diri.
“Besok Kyara ulang tahun, Ilona sudah beli hadiah untuk mamanya itu. Saya juga ingin membelikan hadiah untuknya. Sepertinya Kyara jarang memakai gelang, jadi saya ingin melihat gelang yang cocok di tangannya.” Kenan mengatakan semua itu tanpa memikirkan sedikit pun perasaan Naya.
Naya pun tersenyum masam karena lagi-lagi harus menelan kekecewaan atas keinginannya yang terlalu berharap. Sambil menuntun Ilona, Naya mengikuti langkah Kenan yang sudah mendahuluinya karena tidak sabar melihat ke toko perhiasan tersebut.
Di dalam toko perhiasan Kenan melihat-lihat gelang dan dengan cepat menentukan pilihannya pada sebuah gelang emas putih yang simple namun tetap terlihat elegan. Terdapat plat pada gelang itu, dan Kenan meminta petugas di toko perhiasan untuk mengukir nama Kyara di plat tersebut.
Tangan Naya menyentuh dad* kirinya karena merasakan nyeri di sana. Nafas Naya juga sedikit tercekat karena melihat raut wajah Kenan yang tampak bahagia saat melihat gelang pesanannya sudah selesai dan sudah dimasukkan ke dalam kotak beludru berwarna merah.
Sepertinya Naya masih harus berusaha lebih keras lagi untuk membuat perasaan Kenan benar-benar berpaling padanya. Meski status mereka saat ini sudah resmi berpacaran, dan Kenan pun sudah mengakuinya di hadapan Kyara dan Rayan, tetapi masih bisa terlihat dengan jelas jika rasa cintanya masih sangat besar untuk Kyara.
____________________
Guys, jangan lupa juga ya kalau sedang ada GIVEAWAY yang aku adain. Besok akan aku umumin 2 orang pembaca beruntung dengan komen terbaik yang berhak mendapatkan pulsa atau saldo senilai 25 ribu. Jadi, jangan sampai terlewatkan ya…
Untuk persyaratan GIVEAWAY kalian wajib tap love, follow akun Dreame / Innovel aku, juga add akun media sosial aku;
FB : Aya Warsita
IG : aya_ayawars
Akun sss juri : Nita Rezky
Lalu kalian gunakan #komenGAaya di komentar kalian agar aku bisa tahu kalau kalian ikut event GIVEAWAY ini.
Untuk kategori lainnya seperti promo atau review kalian bisa lihat persyaatannya langsung di akun media sosial aku. Kalian bisa dapatkan hadiah sampai 100 ribu rupiah jika beruntung :))
Periode GIVEAWAY 1 – 25 Septermber 2021. Masih banyak waktu kan untuk ikutan :))
Yukk ikut meramaikan GIVEAWAY aya kali ini!!