S2: 51. Pagi

1198 Words

Kumandang adzan dari pengeras suara masjid dekat rumah Om Daryan membangunkan Hanania. Tanpa sadar ia terlelap setelah menuntaskan segala rasa lewat tangis di depan ibunya. Waktu sudah berganti pagi. Hanania menyibak selimut. Rasanya ia tak bisa meneruskan tidur meski matanya terasa berat.                 “Eh udah bangun, Mbak?” sapa Andara yang rupanya sudah bersiap.                 “Masjid, Ra?”                 “Iya, Mbak sama Ayaha.”                 Daryan muncul dari area dapur. Sudah mengenakan kopyah beserta sarung dan baju koko. Laki-laki itu memang terbilang taat.                 “Udah bangun, Han?”                 “Udah, Om. Ya sudah kamu temenin Ibu di dapur. Om sama Andara berangkat dulu.”                 Hanania mengangguk. Ia biarkan dua anggota keluarganya memenuhi p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD