Kepulangan Hanania kali ini jelas terasa berbeda. Selain tidak adanya Arafan yang mendampingi, ini pertama kali ia membawa Hira. Sebenarnya Hanania tidak ingin memberi kabar lebih dulu. Ia bahkan tak memberitahu orangtuanya. Namun, partner perjalanannya kali ini membocorkannya. “Sorry, Han. Aku gak bisa bohong orangnya.” “Sejak kapan? Bukannya dulu hobi bantuin Mas Arafan?” “Dulu itu tim work, Han.” Hanania melirik tajam. Hal semacam itu dibilang tim work. Ia cukup kesal saat ternyata mobil Dimas berhenti di minimarket menuju gang dan mendapati Andara sudah menunggu di sana. Wajah gadis itu tampak masam. Hanania melangkah turun. Ia biarkan Hira tetap dalam gendongannya. “Apa-apaan, Mbak? Mau ngasih surprise?” tanya Andara begitu Hanania berada di depannya. Hanania mengangguk kecil. K

