MEMBELI HADIAH

1033 Words
Pada saat ini Qin Lang telah mendapat gambaran tentang kondisi dalam keluarga Qin saat ini dari hasil obrolan mereka. Qin Lang pun tidak ambil pusing tentang perkembangan saudara-saudaranya tersebut, karena yang terpenting baginya adalah dapat kembali bertemu dengan ibu serta ayahnya. Dan untuk masalah ahli waris itu nanti bisa di pikirkan dengan seiring berjalannya waktu. Qin Lang saat ini teringat tujuan nya ke mall ini untuk membelikan Yu Liang hadiah. "Shuang, bisakah kau membantuku untuk memilihkan hadiah untuk temanku." Ucap Qin Lang yang saat ini telah menghabiskan makanannya. "Tuan muda tenang saja, aku paling ahli dalam memilih hadiah." Ujar Qin Shuang dengan penuh percaya diri. "Hei.. Hentikan sifat sombongmu itu." Sahut Qin Musha yang memulai perdebatannya dengan Qin Shuang. "Aku memang ahli dalam segala hal, sehingga wajar saja bagiku untuk menyombongkan diri bukan seperti dirimu yang hanya bisa bertarung saja."Balas Qin Shuang dengan sinis. "Hei kalian berdua, hentikan kebiasaan kalian yang suka berdebat. Bukankah kita saat ini berada di tim yang sama. Ingat ke depannya jangan sampai kita berdebat karena hal sepele." Ujar Qin Lang yang menasehati mereka berdua. "Baiklah tuan, ayo kita pergi mencari hadiah." Ajak Qin Shuang yang saat ini telah berdiri dan bersiap untuk pergi. Setelah menyelesaikan pembayaran di restoran red moon mereka bertiga pun berjalan menyusuri setiap sudut Mall untuk mencari hadiah untuk Yu Liang. Cukup lama mereka berjalan sampai akhirnya Qin Shuang melihat sebuah tas di salah satu toko disana dan mereka pun segera masuk ke toko tersebut. "Selamat datang di toko Hitorry." Sambut pelayan dengan ramah. "Tuan lihat, tas Versace model terbaru ini sangat pas untuk di jadikan sebuah hadiah. Setiap gadis yang menerimanya pasti akan sangat bahagia." Ujar Qin Shuang sambil mengambil tas yang ada di salah satu etalase di sana dengan mata yang berbinar. "Hentikan khayalanmu, tas ini untuk calon nyonya muda." Ucap Qin Musha yang membuyarkan angan Qin Shuang. "Benar tuan ini adalah tas Versace model Limited Edition, di negara konoha sendiri tas ini hanya ada 10 buah. Dan 8 diantara nya sudah di pesan oleh nona-nona besar di kota Nanjing, sedangkan untuk di kota Jinling sendiri hanya ada 1 tas ini saja."Jelas pelayan tersebut dengan nada yang ramah. "Hanya ada satu saja di kota Jinling. Kota Jinling memang benar-benar kota kecil."Timpal Qin Shuang. "Hei Nona besar apakah kau keberatan berada di kota Jinling ini."Sahut Qin Musha dengan nada menggoda. "kalian berdua ini." Ucap Qin Lang yang menggelengkan kepala dengan pasrah. Di tengah obrolan mereka, ada seorang wanita yang menghampiri mereka, dia adalah Xio Xiaxo. Xio Xiaxo tertarik melihat tas Versace yang saat ini di pegang oleh Qin Shuang. Dia pun segera memerintahkan pelayan untuk mengambil tas tersebut. Sebagai Nona besar keluarga Xio, dia selalu di manja oleh keluarga Xio. Keluarga Xio termasuk kedalam keluarga 5 keluarga teratas di kota Jinling. Di tambah lagi dengan Xio Chang yang merupakan kepala cabang dari Citibank sehingga tidak ada yang berani untuk berurusan dengan mereka di kota Jinling. Xio Chang juga merupakan paman dari Xio Xiaxo. "Pelayan segera bungkus tas itu aku ingin membelinya, jangan sampai tas berkelas itu dikotori oleh tangan orang-orang udik ini." Ujar Xio Xiaxo dengan nada angkuh. "Hahaha. Yo Nona besar baru kali ini aku mendengar ada seseorang yang mengatakan bahwa kau adalah orang udik." Ucap Qin Musha dengan tawa yang bahagia. Mendengar ucapan Qin Musha membuat Qin Shuang semakin marah. "Tutup mulut besarmu itu Musha." "Hei Nona besar, kalau aku boleh tahu dari keluarga mana kau berasal."Ucap Qin Shuang dengan geram. "Orang udik seperti kalian berani untuk berbicara dengan Nona besar ini. Sungguh kalian adalah orang yang paling berani yang pernah ku temui di dunia ini." Ujar Xio Xiaxo dengan nada keangkuhan nya. Melihat hal itu pelayan yang berada di samping Qin Shuang pun gemetar, dia pun memohon kepada Qin Shuang untuk memberikan tas itu kepadanya. "Mohon maaf Nona, tolong berikan tas itu agar segera saya kemas untuk Nona Xio." Ucap pelayan itu memohon kepada Qin Shuang. Qin Lang yang melihat kejadian ini pun hanya diam dan tidak berinisiatif untuk menghentikan nya. Jadi dia hanya menonton pertunjukan yang di mainkan oleh Xio Xiaxo dan Qin Shuang saja. Sedangkan Qin Musha hanya bisa tertawa melihat wajah Qin Shuang yang merah padam. "Owh Nona besar dari keluarga Xio. Sepertinya kalian dari keluarga Xio sudah bosan berada di lingkaran 5 keluarga besar di kota Jinling. Percaya tidak, aku bisa menghapus keluarga Xio sialan mu itu dari daftar 5 keluarga besar di kota Jinling ini." Ucap Qin Shuang penuh emosi. Qin Shuang langsung mengeluarkan hand phone nya dan melakukan panggilan kepada seseorang. "Tut.. Tut.. " suara dering telpon yang ada di seberang sana. "Siapa yang di telpon oleh bocah ini. " pikir Qin Lang dan Qin Musha. Tak beberapa lama akhirnya panggilan itu di jawab oleh seseorang. Dan suara pria yang menjawab telpon itu pun terdengar akrab bagi Qin Lang dan Qin Musha. "Halo Shuang, ada masalah apa kau menelponku." jawab pria yang ada di panggilan tersebut. Pria itu adalah ayah Qin Lang yaitu Qin Shio. "Halo tuan, aku ada masalah di kota Jinling. Saat ini aku dan tuan muda sedang berhadapan dengan Nona dari keluarga Xio dan kami terlibat cekcok dengannya. Dia juga membawa beberapa pengawalnya, sehingga aku tak berkutik di buatnya. Sedangkan Musha sendiri sedang bermain-main di KTV di kota Jinling dan aku tidak bisa menghubunginya." jawab Qin Shuang dengan di hiasi senyum kelicikan di wajahnya. Mendengar bahwa putranya sedang dalam masalah membuat Qin Shio pun emosi. "Shuang ku perintahkan kepadamu segera hubungi kantor pusat kita untuk membuat hancur keluarga Xio dalam waktu 30 menit dan untuk Qin Musha suruh dia menemuiku dalam 3 hari, akan ku remukan tulang-tulangnya." Ucap Qin Shio yang memberikan perintah kepada Qin Shuang. Mendengar hal tersebut Xio Xiaxo pun tertawa lepas, dia mengira Qin Shuang hanya mengertaknya saja. Dia tidak percaya bahwa keluarga sebesar keluarga Xio bisa di hancurkan. Sedangkan ketakutan pun langsung menghingapi wajah Qin Musha. Dia pun membayangkan apa yang akan terjadi kepada dirinya. "Nona besar tidakkah tindakan mu ini terlalu berlebihan." Tanya Qin Musha setelah Qin Shuang mengakhiri teleponnya. "Itu akibat dari menggangguku. Dan untuk kau Nona dari keluarga Xio nikmati sisa-sisa waktu mu menjadi Nona besar. " Ancam Qin Shuang kepada Qin Musha dan Xio Xiaxo. Melihat tindakan Qin Shuang membuat Qin Lang tertawa lepas.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD