Qin Lang pun mulai bersemangat kembali setelah menghibur dirinya sendiri. Dia sangat merindukan kedua orang tua nya yang sudah lama tidak berjumpa.
Saat ini hujan tampak nya masih belum enggan untuk berhenti. Wajah Qin Lang pun mulai pucat dan badan nya pun mulai menggigil akibat dinginnya hujan malam ini. Dan Qin Lang pun langsung ingin segera pulang untuk mengistirhatkan tubuhnya yang telah lelah karena aktifitas yang padat Qin Lang. Saat Qin Lang tengah fokus mengendarai sepeda listriknya getar handphone mengagetkan nya.
"Bip bip bip"
"Apakah aku tidak salah dengar ini nada pesan keluarga. " Ucap Qin Lang sambil menepikan sepeda listrik nya di pinggir jalan.
"Selamat untuk tuan muda Qin Lang dan Qin yan telah lulus kepelatihan kemiskinan. Dan berhak mendapatkan seluruh fasilitas keluarga kembali. " isi pesan SMS di handphone Qin Lang.
Di bawah hujan Qin Lang membaca pesan tersebut dengan penuh perasaan campur aduk. Selama 10 tahun dia menjalani pelatihan yang penuh dengan penderitaan. Dia pun terkadang lupa bahwa dirinya adalah cucu tertua keluarga Qin dan calon ahli waris keluarga. Dia pun mulai mengenang cerita saat pertama kali dirinya di buang ke kota kecil Jinling. Saat itu diri nya hanya berbekal uang saku 1000 yuan dan harus hidup selama 10 tahun dan hugs mereka di wajibkan bersekolah di sekolah terbaik di kota tersebut dengan biaya sendiri. Karena itulah Qin Lang selalu sibuk dengan belajar dan bekerja. Dia juga termasuk siswa yang cerdas di sekolah nya.
Setelah itu Qin Lang pun segera memasukan handphon nya kembali ke dalam saku celana nya dan langsung bergegas ke asrama nya untuk beristirahat.
Keesokan pagi nya Qin Lang pun langsung mengambil sebuah kartu hitam bertuliskan citybank di pojok bawah kartu itu. Setelah itu dia pun bergegas mencari pakaian terbaiknya.
"Hahaha hanya baju inilah yang tuan muda ini punya. " Qin Lang pun tertawa melihat penampilannya di cermin. Sebagai tuan muda dirinya hanya mempunyai pakaian murah ini, pakaian ini di beli nya 1 tahun lalu saat masih berpacaran dengan xie yu'er.
Qin Lang pun bergegas memberhentikan taksi. Sangat jarang sekali Qin Lang menaiki taksi. Selama ini dirinya hanya menaiki sepeda listrik bekas yang di beli nya 5 tahun yang lalu.
"Pak, tolong antarkan aku ke Citibank." Ucap Qin Lang memberikan alamat tujuannya kepada supir taksi.
Setelah supir taksi mengetahui tujuan Qin Lang, dia pun langsung bergegas menuju alamat tersebut.
Tak berapa lama mereka pun akhirnya tiba di depan sebuah kantor yang megah dan di atas nya bertuliskan "CITIBANK" ini sebuah bank yang terkenal di seluruh dunia. Dan untuk menjadi nasabah bank tersebut pun ada syarat tambahan nya.
Setelah Qin Lang turun dari taksi, dia pun bergegas berjalan memasuki halaman kantor tersebut dengan penuh percaya diri. Walaupun Dia berpakaian dengan sederhana tetapi dengan jumlah uang yang ada di tabungannya dia yakin jika dirinya bisa menjadi orang yang terkaya di kota Jinling ini. Dia pun bergegas mendorong pintu loby.
"Aduh. "
Jerit seorang gadis yang meringis sambil memegang kepala nya yang terbentur gagang pintu yang di dorong Qin Lang.
"Maaf Nona, aku tadi tidak melihat dirimu sehingga aku langsung mendorong pintu nya. " Ucap Qin Lang yang meminta maaf kepada gadis tersebut.
"Apakah kau ini buta atau aku memiliki tubuh yang transparan sehingga kau tidak melihatnya. " Sahut wanita itu dengan mata yang memeloti Qin Lang.
Di tengah keributan itu ada seorang manager bank yang menghampiri mereka. Manager tersebut bernama Tang Liu, manager tersebut segera menanyakan ada keributan apa yang telah terjadi. Wanita yang di tabrak Qin Lang pun menjelaskan yang terjadi. Setelah itu Tang Liu pun memandang Qin Lang. Dia melihat penampilan Qin Lang yang tampak seperti gembel dan mencurigai jika Qin Lang adalah seorang pengemis.
"Maaf pak, apakah saya boleh tahu ada keperluan apa anda disini." Selidik Tang Liu, walaupun dia ingin langsung mengusir Qin Lang tapi dia tidak berani karena dia harus memberikan pelayanan kepada nasabah tanpa pandang bulu.
"Aku datang kemari jelas untuk menarik uang." Ucap Qin Lang dengan santai.
"Pecundang seperti mu ingin menarik uang di Citibank. Apa aku tidak salah dengar. Kamu lihat orang - orang yang ada di dalam ini, mereka semua adalah orang kaya di kota Jinling. Sedangkan kamu hanya seorang pengemis yang tersesat masuk kemari." Ujar wanita tersebut dengan nada penuh penghinaan.
Memang benar untuk menjadi seorang nasabah yang biasa saja seseorang harus menyetorkan saldo minimal 1 juta yuan. Sedangkan di lihat dari penampilan Qin Lang saat ini, tidak mungkin dirinya memliki uang sebanyak itu.
Sebagai seorang manager Tang Liu pun mencoba untuk mengusir Qin Lang secara halus.
"Maaf tuan, semua nasabah kami harus memiliki sebuah kartu untuk bertransaksi. Apakah tuan juga memiliki kartu bank kami. "
"Ini kartu bank milik ku." Ucap Qin Lang sembari mengeluarkan sebuah kartu hitam yang mulai terlihat kusam.
"Dasar penipu. Lihat kartu bank itu, tidak ada kartu bank yang berwarna hitam di Citibank." Sahut wanita tersebut dengan penuh tawa kemenangan.
Tak berselang lama kemudian ayah gadis itu pun melihat anak nya tengah menertawakan Qin Lang, lalu dia pun menghampiri mereka.
"Ling'er ayo kita pulang, Ayah telah selesai. "
"Baik ayah, manager Tang , saya permisi dulu. Harap anda berhati - hati dengan penipu tersebut. " Ucap wanita itu sembari berjalan keluar bersama sang Ayah.
"Presiden song dan Nona song tenang saja. Saya akan mengurus penipu tersebut. " Jawab manager Tang Liu sembari mengantar kepergian mereka sampai di depan halaman.
Saat masuk ke lobby manager Tang mencari keberadaan Qin Lang yang menghilang.
"kemana pengemis itu pergi. Aduh aku sungguh ceroboh membiarkan pengemis itu masuk ke lobby ini. "Gerutu manager Tang Liu sembari menoleh ke segala arah.
Tak lama kemudian dia melihat sosok Qin Lang yang sedang berjalan melewati jalur nasabah VIP menuju ke kantor kepala cabang. Nasabah VIP biasanya langsung di layani oleh kepala cabang wilayah masing - masing. Sehingga jalur nasabah VIP langsung menuju ke kantor kepala cabang.
"Astaga terlambat, pengemis itu sudah masuk jalur VIP." manager Tang Liu pun bergegas ingin menghadang Qin Lang.
Saat ini di dalam ruangan tersebut tampak seorang pria gendut yang tengah santai sambil memainkan handphone di tangan nya. Dia adalah Xiao Chang kepala cabang Citibank di kota Jinling.
"Kriet... " Terdengar suara pintu yang terbuka
Hingga tanpa sadar handpone yang di pegangnya pun terjatuh ke lantai.