Semua Hampir Berakhir

723 Words
Action* “ Stop !” dan bunyi bel menyudahi pertandingan yang luar biasa itu. Sorak sorai bergemuruh ketika wasit mengangkat tangan Sheeba yang langsung berpelukan dengan Nara. “ Pertandingan luar biasa ... keduanya menunjukkan tehnik tingkat tinggi dengan pengendalian diri yang hebat. Mereka benar benar melakukan apa yang mereka katakan sebelum pertandingan tadi bahwa beladiri adalah membuat diri sendiri lebih baik, dan bukan berarti menyakiti lawan. Pertandingan adalah saat untuk menunjukkan hasil kerja keras selama latihan dan menjadikannya tolak ukur untuk lebih baik lagi, bukan hanya tentang kemenangan.” Ucapan pembawa acara sempat membuat gedung hening ... sebelum kembali bergemuruh mengelukan nama keduanya. “ Kamu bisa sejauh ini dengan tulang belakangmu ..... mengapa harus menyerah dengan cintamu ?” Bisik Sheeba sambil memeluk erat Nara. Nara menjauhkan diri, menatap gadis dihadapannya dengan pandangan bertanya. “ Jujurlah pada hatimu bahwa kamu tahu persis ia mencintaimu dari dulu ... Jangan percaya ucapan lelaki seperti Rory ... karena dia mengatakan apa yang dipikirnya terbaik untukmu ....” Sheeba mengangguk sambil tersenyum ,” Percayalah, Aneth dulu juga seperti itu. Dasar laki laki, mereka tidak berpikir itu membuat kita sengsara.” Nara menggaruk kepalanya dengan sikap bingung sebelum berjalan ke podium bersama Sheeba untuk pengalungan medali. *Cut* “ Cut .” Dan Nayang serta Lyra langsung terlentang dilantai, meluruskan punggung yang pegal. “ Sip .” James mengulurkan botol minuman dan handuk pada keduanya ,” Lyra kakimu harus segera dikompres, pasti sakit itu.” Dilambaikannya tangan pada tim nya untuk menangani kaki Lyra. ,” Dan kamu, segera temui Ceni untuk melemaskan punggungmu.” Dibantunya Nayang berdiri. Berbeda dengan adengan laga di scene yang lain, kali ini benar benar dilakukan dengan durasi pertandingan sesungguhnya ... belum lagi beberapa pengulangan yang dilakukan. Pasti melelahkan dengan sikap tubuh yang harus sedikit miring ke kanan sepanjang waktu. “ Satu episode penutup lagi ... dan setelah editing, semua ini berakhir.” Dan tertunduk dalam di kursinya, menyembunyikan air mata yang menggenang ,” Setelah ini ayah akan menemanimu Sammy.” James menggeleng ketika Nayang akan mendekat. Memberi tanda pada Dimas untuk membawa Nayang keluar. “ Ayo .... ini berat untuk pamanmu dan jangan biarkan dia melihatmu menangis.” Dibimbingnya Nayang keluar, membiarkannya menangis saat mereka tiba di lorong menuju ruang kesehatan ,” Menangislah.” Nayang menyandarkan dahinya di d**a Dimas, menumpahkan tangis disana. Tangannya meremas sweater Dimas ketika lelaki itu memeluknya erat tanpa bicara “ mau temani aku ke pantai ?” dijauhkannya tubuh setelah tangisnya reda. “ Tapi punggungmu ?” Nayang menggeleng ,” Itu bisa menunggu.” Dimas menarik nafas, meraih tangan Nayang dan melangkah ke pantai dalam diam. “ Sedikit lagi Sammy .... sedikit lagi keinginanmu terpenuhi.” Nayang mendongkak menatap langit yang berbintang ,” Puas non ? Aku tahu kamu akan tersenyum puas disana ... aku benci mengingat senyummu ... apalagi senyum terakhirmu.” Lanjutnya dengan suara bergetar. Dimas mempererat genggaman tangannya. “ Aku lelah Sammy .... bisakah ini jadi yang terakhir untukku ? Kamu bilang kamu menikmati berakting, dan selalu ingin melakukannya lagi ... tapi itu bukan aku Sammy .... Aku bisa menikmati saat berakting, tapi menyadari aku dalam sorortan itu sama sekali tidak nyaman untukku ....aku melakukan yang terbaik yang aku bisa ... aku berusaha sebisaku ... tapi aku tidak menikmatinya.” “ Kamu sudah melakukan yang terbaik, kamu luar biasa. Selanjutnya ... hidupmu adalah pilihanmu.” Nayang menatap lelaki disampingnya, tersenyum ,” Terima kasih. Kamu mau istirahat ? Sekarang sudah lewat tengah malam.” “ Kamu ?” “ Aku masih ingin disini.” Dimas membimbingnya menjauhi bibir pantai, duduk di pasir bersandar ke tanggul ,” Ya udah, aku temani kamu disini. Air sudah mulai pasang.” Nayang duduk disamping Dimas, menurut ketika lelaki itu menarik untuk bersandar dibahunya. Sammy .... mengapa aku merasa nyaman bersamanya ? Dia bukan sosok yang aku mau ... dia ada di dunia yang sama dengan kalian ... yang akan jadi sorotan disetiap sisi kehidupannya. Semoga ini hanya sesaat ... aku benar benar ingin menjauh dari semuanya. Tapi masih ada rangkaian promo onair maupun offair ... aku lelah Sammy ... aku lelah. Tapi aku akan menyelesaikannya ... demi kamu .. demi paman Dan. Dimas mengusap rambut gadis yang mulai tertidur di bahunya. Perlahan diubahnya posisi sampai Nayang bersandar di dadanya dengan lebih nyaman. Sambil menarik nafas, disandarkannya tubuh dan mencoba memejamkan mata.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD