11. Rion

1715 Words

"Nanti kalau udah selesai, kabarin Mas Hafiz, ya?" ujar laki-laki yang mengenakan jaket hitam itu saat Kiana turun dari sepeda motor dan kini sudah berdiri di depan One Mart. "Iya," jawab Kiana singkat dengan senyuman tipis, sesekali melongok ke arah One mart saat sosok Rion tidak terlihat padahal jam sudah menunjukkan waktu mereka membuat janji. "Mau Mas Hafiz tungguin sampai orangnya dateng?" Hafiz terlihat tidak rela melepas Kiana jalan dengan laki-laki lain. Meski tujuannya adalah pekerjaan, tetapi entah mengapa ada saja pikiran buruk yang melintas. Laki-laki bernama Rion itu tampak keren dengan penampilan yang sebenarnya biasa saja. Mungkin karena anak kota, jadi kulitnya pun bersih. Hafiz takut perlahan hati Kiana yang  sama sekali belum bisa dia dapatkan akan condong ke laki-l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD