20. Sole Heir

1092 Words
Sebuah benda berwarna merah itu tampak menjulur di sepanjang jalan masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi dengan berbagai macam lampu dan hiasan bunga mawar putih. Tak lupa tepat di depan pintu terlihat sebuah rangkaian bunga yang begitu cantik dengan di tengah-tengahnya berisikan nama sang pemilik acara malam ini. Namun, sepertinya karangan bunga itu pemberian dari perusahaan tempat sang pemilik acara bekerja. Seorang wanita cantik nan anggun masuk ke dalam dengan mengenakan gaun berwarna hitam manis. Karena terdapat beberapa aksen brokat di sepanjang leher yang bergaya sabrina tersebut. Mengekspose jelas pundak mulus nan leher jenjang milik Zhang Xiao Na. Bahkan ketika wanita itu masuk terlihat beberapa orang langsung mengalihkan perhatiannya. Namun, semua itu telah Xiao Na anggap biasa saja. Sebab, ia memang sering kali menjadi pusat perhatian seperti ini. Terlebih dirinya merupakan anak dari pengusaha terkenal di Shanghai. Tidak ada yang tidak mengenal dirinya. Bahkan seorang anak kecil pun sudah mengenalnya. Saking berkuasanya dalam mengelola perekonomian di China. Xiao Na tidak pernah menyangka dirinya akan datang seorang diri ke acara pesta seperti ini. Seharusnya ia memaksa Zarco untuk ikut menemaninya. Akan tetapi, ajakan itu ia urungkan, karena lelaki itu harus melatih beberapa anggota timnya untuk kejuaraan nanti. Alhasil, mau tak mau Xiao Na pun memutuskan untuk datang ke sini seorang diri daripada sama sekali tidak datang. Wanita itu memang sedikit tidak menyangka kalau acara pertunangan itu akan digelar di gedung perkantoran paling mewah. Xiao Na bahkan tidak lebih menyangka lagi kalau Han Siyang adalah karyawan tetap di LX Group. Sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang otomotif mobil dan pembuatannya. Berkali-kali wanita itu berdecak kagum menatap interior yang dikeluarkan perusahaan itu tidaklah main-main. Bahkan untuk ukuran seorang karyawan terlalu berlebihan. Padahal acara malam ini hanya bertunangan saja, tetapi meriahnya sampai melebihi ulang tahun perusahaan saja. Tampak segelintir kolega yang mengenal Xiao Na dan berbincang sesaat dengan wanita itu. Karena ia memang bukanlah wanita yang memperluas koneksinya di mana pun sehingga tidak lebih mengenal dengan orang-orang yang memang bekerja sama dengan dirinya. Akan tetapi, ia jelas sangat mengenal dengan pemilik perusahaan otomotif ini yang pernah membantu dirinya saat itu. “Xiao Na!” panggil seseorang dari belakang, membuat wanita cantik yang tengah sibuk memandangi sekitar langsung membalikkan tubuhnya. “Han Siyang, kenapa kamu ada di sini?” tanya Xiao Na bingung. “Jelas saja aku datang ke sini untuk menemuimu terlebih dahulu. Karena aku kira kalau tidak akan datang,” jawab Han Siyang tertawa pelan, lalu meneliti penampilan teman wanitanya itu yang lebih feminim daripada yang ia kenal dulu. “Sepertinya, kau banyak berubah, ya?” Xiao Na memperhatikan penampilannya sendiri, lalu menggeleng pelan sembari berkata, “Aku tidak mengalami perubahan yang pesat. Malah yang membuat aku bingung itu kau. Kenapa bisa bekerja di perusahaan yang sama sekali tidak berkaitan dengan kemampuanmu.” “Sebenarnya, aku belum lama bekerja di sini, Nana. Karena sebelumnya aku bekerja di salah satu perusahaan aplikasi terkenal, tetapi sayangnya aku mendapat perlakuan berlebihan di sana. Mereka selalu mengingat tentang diriku yang menjadi juara, dan mereka terus menjadikan diriku sebagai maskot perusahaan. Dan kamu sendiri tahu, kalau aku tidak menyukai perusahaan seperti itu, dan hasilnya tidak sampai lima tahun menetap, aku sudah mengundurkan diri,” celoteh Han Siyang pada Xiao Na yang terlihat mengangguk pelan. “Lantas, bagaimana caranya kamu bisa berada di sini?” tanya Xiao Na penasaran. “Ceritanya, waktu itu aku tidak sengaja melihat lowongan pekerjaan di website resmi pencari kerja. Aku yang hanya mempunyai kemampuan seperti ini pun tidak berharap lebih diterima. Karena seperti yang kamu bilang, ini perusahaan otomotif. Kamu tahu sendiri betapa minimnya internet di sini, tetapi mereka malah memanggilku untuk datang interviu. Dan akhirnya, aku diterima dan bekerja di perusahaan ini dengan nyaman tanpa ada seorang pun yang mengenalku sebagai legenda dari gamers professionals. Bahkan saat aku berada di sini, aku harus benar-benar menyesuaikan lingkungan yang memang sangat berbeda jauh dengan sebelumnya,” jawab Han Siyang panjang lebar. Terlihat jelas dari ekspresi lelaki itu yang terlihat sangat bahagia, dan merasa nyaman telah berada di ruang lingkup pekerjaan barunya. Xiao Na tersenyum senang mendengar penuturan Han Siyang. Ternyata, teman dekatnya itu mengalami banyak sekali perubahan. Padahal waktu itu ia memang sempat menawarkan Han Siyang untuk bekerja di perusahaannya, tetapi sayangnya lelaki itu malah menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan dirinya. Namun, penolakan itu telah membuat Xiao Na bangga. Karena Han Siyang telah menemukan ruang lingkup kerja yang menyenangkan, meskipun jauh dari kemampuannya. “Aku sangat senang mendengarnya. Oh ya, aku menjadi penasaran mengapa kamu bernyali sekali mengadakan acara di perusahaanmu sendiri. Apakah kamu tidak mendapat masalah nantinya?” tanya Xiao Na penuh selidik. Karena saat wanita itu datang ke sini benar-benar sangat berbeda. Bahkan ia sempat berpikir kalau Han Siyang telah menipunya. Karena di bawah sama sekali tidak terlihat keramaian. “Tidak. Aku telah mendapatkan izin,” jawab Han Siyang tanpa beban, lalu kembali melanjutkan perkataannya, “Lagi pula aku memang tidak pernah berniat akan menggelar acara di atas gedung ini, karena aku sendiri sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki. Menurut rumor, rooftop ini sebenarnya adalah milik pewaris sah dari perusahaan ini.” Kening mulus Xiao Na terlihat berkerut. “Seperti itu? Aku tidak yakin dengan rumornya.” “Entahlah, tapi dari pengawasanku selama ini memang benar. Aku tidak pernah melihat karyawan yang berani menaiki rooftop ini selain atasanku, Liu Bai. Itu pun karena lelaki itu ternyata sepupu dari pewaris perusahaan ini.” Han Siyang meraih salah satu gelas yang tengah dibawa oleh pelayan, lalu menyerahkannya pada Xiao Na. “Lalu, kau tahu siapa pewaris itu?” tanya Xiao Na sembari meraih minuman yang diberikan oleh Han Siyang, lalu menyesapnya perlahan. Ia terlihat mengernyit saat merasakan kalau minuman ini bukanlah alkohol, dan kembali menatap temannya yang sibuk berceloteh. Bukannya mengangguk, Han Siyang malah menggeleng pelan. “Semua orang yang ada di kantor ini tidak pernah mengetahui pewarisnya. Karena menurut orang perusahaan, anak Presdir Li sedang melanjutkan studi di luar negeri.” “Misterius sekali,” gumam Xiao Na tersenyum miring dan kembali menyesap minumannya. Sedangkan Han Siyang kembali terdiam sembari menatap sekelilingnya yang terlihat lebih ramai, lalu tatapannya terpaku pada salah satu lelaki yang baru saja masuk. Kemudian, lelaki itu terlihat menyenggol lengan Xiao Na, membuat sang pemiliknya langsung menoleh bingung. “Itu lelaki yang bernama Liu Bai,” ucap Han Siyang membuat Xiao Na langsung mengikuti arah pandangan lelaki itu. “Aku mengerti,” balas Xiao Na mengangguk pelan ketika mengingat akan cerita dari Yushi mengenai lelaki tampan yang pernah menjual beberapa alat milik perusahaannya. “Waktu itu, perusahaanku sempat ditolong dia.” “Benarkah? Ditolong apa?” tanya Han Siyang penasaran.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD