17

1643 Words

Sikunya yang lecet sekarang ditiup-tiup Nino disela-sela tawanya. Luka itu ia dapatkan karena terjatuh ke lantai basement yang berlubang, niatnya hendak mendorong Nino karena kesal dengan pria itu yang tak berhenti tertawa, tapi Nino berhasil berkelit dengan satu gerakan halus, Ara terdorong kedepan membentur angin dan jatuh ke lantai dengan siku terlebih dahulu menghantam lubang tembok yang kasar. Mata Ara sudah berbentuk garis lurus, karena matanya yang sipit dipaksa mengecil, Nino tertawa makin kencang melihat mata Ara yang menghilang. "Kau tertawa lagi kusumpal mulutmu yang indah itu" Nino semakin tergelak meihat reaksi Ara, lalu ia bergerak dan menyentuhkan bibirnya ke bibir perempuan itu,melumatnya pelan. Ara menutup kedua matanya, mendesah menyambut ciuman Nino yang semakin dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD