"Kau gila!" Ara mengamuk, ia berusaha melepaskan cengkraman Nino di tangannya. Kakinya yang ber-stiletto merah tampak kepayahan merendengi Nino yang berjalan lurus di sepanjang trotoar. "What is wrong with you!!" Pria itu masih diam, kekuatannya luar biasa, sampai-sampai Ara yang terbiasa berlatih fisik tak kuasa mengimbanginya. "Diam!" "Jangan membentakku!" "Satu hal Ara, aku tak suka kau pancing" "Itu hanya dansa, for God's sake, apa aku dilarang bersenang-senang?" Ara tak percaya dengan Nino yang posesif. "Tidak, tapi kau hanya boleh bersenang-senang denganku". Ara meneriakkan kata-katanya "WHO THE HELL ARE YOU!! kau bukan siapa-siapaku!" "Aku? aku laki-lakimu Ara, kau takkan pernah memiliki yang lain" Ara membenarkan itu, ia takkan perna

