6

1488 Words
Ketika memasuki carport rumah Nino, Ara melihat seorang gadis kecil sedang asyik bermain dengan bonekanya, rambut panjangnya berkilauan di timpa cahaya matahari, ia cantik sekali. "siapa?" Ara menunjuk si gadis. "Rhum, adik kami" kalau sudah melihat Rhum, Nino selalu bahagia. Tanpa pikir panjang Ara mengambil boneka pemberian Nino, dari dulu Ara ingin punya saudara tapi tak mungkin. "oi little girl, you want this bigass brownie bear?" si gadis kecil mendongkak dan berteriak kegirangan, tapi langsung terdiam melihat siapa yang barusan memberikannya boneka. "you bald" suara Rhum mencela Ara tertawa, emang pantes jadi adik Nino, sombong! "i know" Mata Rhum berbinar "but i lke you" "you do?" Rhum mengangguk semangat, Ara mengacak rambutnya. Nino mengajaknya kedalam, Rhum bergelayut di lengan abangnya. Sesampai di ruang keluarga Ara hampir berlari keluar, bagaimana tidak ada banyak manusia disana, yang Ara tahu ada Troi yang tersenyum kepadanya lalu disebelah Troi ada seorang perempuan mungil yang sedang mengandung menatapnya ragu. Sky tertawa menjijikkan dan Ed yang menatapnya penuh penilaian. Lalu ada Kolonel Kivlan Adam, Ara tahu beliau yang komandan grup satu korpsnya, tapi Ara tak pernah tahu kalau beliau adalah ayah baru si kembar, yah Ara baru 2 tahun menjadi bagian dari korps itu, tapi tetap saja Ara nggak gaul dan terlalu bodoh sampai-sampai tak menyadari kemiripan Troi dan ayahnya. Lalu mama Troi, yang semakin cantik dan bersahaja, ia memeluk Ara hangat. "lama ga jumpa ya, kamu makin cantik". Ara hanya terpana di bilang cantik, ia tampak malu-malu, Sky mengejeknya. "biasa di bilang "aduh abang, bodinya keker deh kayak parutan kelapa, hahahaha....dibilang cantik langsung setrok dia" tawa Sky semakin kencang ia menepuk punggung Ed sampai adiknya itu  terbungkuk. "Sky ngga sopan! ayo duduk." Ara mematuhi Eva dan duduk di sebelah Nino setelah sebelumnya memberi hormat kepada Adam dan Troi. "kau Sertu sekarang". "siap!" "tidak ikut sekolah perwira? "siap! tahun depan ndan". Adam mengangguk dan kembali membaca korannya, hal yang ia lakukan sebelum Ara datang. "ibumu sehat?" "mm..sudah meninggal tante" semua orang terdiam, Ara salah tingkah. "oh, mmm..oh ya, yang disebelah Troi itu istrinya, namanya Helena" Eva mencairkan suasana dan memperkenalkan Helena menantunya. "hai, aku Leen dan aku juga ga punya mama" Helena tersenyum, Ara langsung menyukainya. "lo ga cangkok rambut Ra? si Ed kemaren barusan cangkok otak, lihat sekarang bola matanya ga lagi juling kayak ayam mabok, huahahahahaha..." "lu ga ganti wujud aja Sky, biar nanti di akherat malaikat ga perlu lagi ngitungin dosa lo" Sky menemukan lawannya, Ed tertawa bahagia. Sky mengeram "no, no jangan sampai gua ga ada lagi di dunia ini, ibarat pepatah While creating men, God promised woman that a good and ideal men would be found in all corners of the world, than God made earth round, nah siapa men yang dimaksud Tuhan, it was me" Sky menepuk dadanya bangga, Leen tiba-tiba merasa pusing. "lu tahu ga Ra, lu bisa ngajarin monyet nyetir jet, tapi lu ga bisa ngajarin Sky untuk rendah hati" Ed bersekutu dengan Ara yang puas. "ah, another quote, i like you Ed" Ed memberi Sky salute. "so, apa you akan tidur bareng Nino kayak Troi dan Leen? i hope not, karena mereka ribut sekali jika sudah di dalam kamar, sama seperti mama dan ayah" perkataan polos Rhum membuat semua orang tak bisa berkata-kata. Tawa kencang Sky dan Ed membuat wajah Eva, Leen dan Ara merona berbarengan, Troi salah tingkah, Adam tersenyum kecil di balik korannya. "ga kok Rhum, Nino dan Ara ga tidur bareng" "okay" Rhum menganggap masalahnya selesai, padahal wajah Ara masih belum kembali ke rona wajahnya yang asli. "aku dan Ara pacaran, dan jika mama dan ayah izin kami akan menikah secepatnya" Ara merasa urat lehernya tertarik. karena ia menoleh begitu cepat ke arah Nino, sedangkan semua mata tengah menatapnya dan Nino bergantian. Tadi Nino bilang apa? pacaran? menikah? BAPAK MANA, BAPAK MANA, WAKWAAW (njir) NINO TERNYATA MEMANG GILA SAMA SEPERTI IBUNYA!!!! Setelah Nino yang dengan santai melamar Ara didepan keluarganya, tak ada kelanjutan lagi, Eva hanya tertawa gugup, sesekali melirik Adam yang juga tampak terkejut. "are you pregnant?" Rhum yang pertama kali bersuara, gadis kecil itu selalu menyangka jika ada orang yang menikah terburu-buru, pastilah si prempuan sedang hamil, istilah Rhum shotgun wedding. "WHAT?? no,nononononono...i'm not, eh..mmm.." Ara panik, ia tak percaya Nino ternyata mengkhianatinya dengan cara yang licik, nafasnya berlari cepat menahan amarah. Troi membaca situasi yang tiba-tiba berubah hawanya. "mungkin kalian berdua perlu bicara" "siap!" tanpa pamit Ara berlari keluar, Nino segera menyusulnya. "Lepas! lepasin gue!" Ara berusaha melepaskan cengkraman Nino di tangannya, tapi tenaga Nino lima kali lipat lebih kuat. "masuk ke mobil, kita bicara baik-baik, MASUK!!" Nino tak pernah membentak seumur hidupnya, tapi kali ini Ara perlu dijinakkan. Nino menstarter mobil dan menjauhi kediaman orangtuanya, ia tampak tenang, sedangkan Ara sedari tadi bak kerbau tak mau di kekang, ngamuk, ia memukul-mukul dashboard mobil, sesekali menghempaskan badannya kuat-kuat ke sanderan kursi. "apaan tadi No? apa? NINOOOOO!!! JAWAB! beginilah Ara yang asli, punya masalah dengan pengendalian emosinya, sedangkan Nino sebaliknya. "kita cari tempat untuk bicara, bahaya meladeni kamu sekarang" "I DON'T f*****g CARE, I'M GONNA SHOOT YOU I SWEAR TO GOD!" "Shut up Ra!" "YOU SHUT UP!" "enough". "pull over the car YOU SLIMY f**k-s**t!". "no". "STOP f*****g WITH ME YOU f*****g YAHOO!" "please Ra, i'm begging you" "PULL OVER THE CAR AT THE SIDE OF A ROAD!". Nino mengalah, ia memberhentikan mobilnya disisi jalan raya yang sepi, mesin mobilnya baru mati ketika tubuhnya di hujani tinju Ara yang membabi buta. "lo gila, lo gilaaa...lo bilang lo mau ngawinin gue ke mak bapak lo! otak lo dimana Nooo!! "aku serius Ra, aku nggA main-main" Ara belum tahu kekuatan Nino dan sekarang ia susah payah melepaskan tangannya yang dipegang laki-laki itu. "gue ga mau!! "kenapa?!" "KARENA GUE GA SUKA COWO!" "jangan bohong". "terserah!" "tatap mataku dan bilang kalau kau tak punya perasaan apa-apa". Nino benar-benar tenang, kedua tangan Ara masih dicengkramnya, kini mereka berdua berhadapan, nafas keduanya memburu, Ara menatap kedua mata indah Nino, Nino menatap bibir Ara yang terbuka. "say it Ra!" "no" nafas gadis itu makin tak beraturan, ketika bibir Nino semakin dekat dan hampir mencapai bibirnya yang gemetar. Ara merasa badannya panas, jantung terpompa kencang dan gairah menyala-nyala di organ intimnya, bibir mereka sekarang sudah bersentuhan, tapi Nino tak kunjung menciumnya, Ara frustasi. "say it, bilang kalau kamu ngga punya perasaan apapun" kali ini Nino berbisik di bibirnya, nafas laki-laki itu harum, Ara menelan liurnya, kepalanya berdenyut menahan gairah. "i hate you" Ara balas berbisik. "BOHONG!" Nino menciumnya, membawa bibir mereka bersatu. Ara mengerang ketika pria itu menggigit bibir bawahnya lalu lidah Nino yang basah masuk menjelajahi bagian dalam mulut dan mencecap rasanya. Setan memainkan perannya secara baik, tanpa melepaskan ciumannya Nino menarik pinggang Ara dan membawa gadis itu kepangkuannya, memang dasar keduanya jangkung, gerakan kasar Nino justru membuat kepala mereka terantuk kelangit-langit mobil. "auch!" keduanya mengaduh kesakitan lalu Nino dengan gerak cepat memundurkan joknya dan meletakkan Ara persis diatas selangkangannya, Ara berteriak. "f**k!"  tak mau membuat Ara berubah pikiran, gadis itu kembali dibungkamnya dalam ciuman yang panjang dan memabukkan. Ara yang takluk menyerah begitu saja atas invansi gairah yang dilancarkan Nino, gadis itu bahkan sukarela ketika jemari lentik Nino meremas payudaranya. "s**t!" Ara merasakan sakit di lehernya, lidah Nino sudah menemukan area baru untuk di jajah, Ara tak tahu berapa hickey yang sudah di buat Nino, mungkin beberapa karena Ara merasakan leher, dagu dan pundaknya sakit karena gigitan pria itu. "Ara" suara dalam Nino semakin membuatnya tak mau kembali ke dunia nyata, ia ingin tetap seperti ini dibuai pria itu dengan cumbuannya yang brutal. tok tok tok OH YEAH PO PO IS COMING, and you're under arest, blewy. Secepat kilat Ara melepaskan diri dari pelukan Nino dan memperbaiki penampilannya yang berantakan, sedangkan Nino dengan tenang membuka kaca mobil. "selamat siang mmmm...ibu dan..mmm bapak" maksud si polisi adalah, Nino si ibu, Ara si bapak "istri saya perempuan pak dan saya laki-laki" si polisi hampir kena serangan jantung ketika mendengar suara berat Nino. "oh maaf mm..pak, ada sesuatu terjadi? mobil anda bermasalah?" pak polisi itu benar-benar ragu akan jenis kelamin dua ekor manusia tangkapannya itu. "tidak ada pak, cuma istri saya tadi malam belum puas, jadi sekarang pengen lagi". Blush..muka Ara sukses merah padam Nino sialan, mati aja lu! Pria berseragam coklat itu malu dengan ucapan Nino yang tembak langsung, setelah berdehem dan memberi hormat si polisi pegi begitu saja. yeah..that police is a weenie and chickenshit but this f*****g angel is a really smartass Aura Nino benar-benar berubah ketika tadi menjamu tamu tak diundang mereka, Ara bergidik melihat Nino yang bisa berubah sifat dalam sepersekian detiik, Nino seperti punya banyak kepribadian. "it went well i guess" "what are you talking about? polisi tadi" Ara memandang Nino heran, kemana perginya laki-laki yang tadi dengan ganas mecumbunya? yang ada disisinya sekarang justru laki-laki dingin tak berperasaan. "no, our kiss". Ara kembali merona "it wasn't a KISS its BARBARIC YOU i***t!" Nino tertawa, kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan. "by the way stop smoking Ara, bibir kamu pahit". Ara mengacungkan jari tengahnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD