Bab 8. Malam Spesial

1918 Words
Hari ini Jojo harus terpaksa hadir dalam sebuah acara pesta keluarga. Acara seperti ini memang tidak disukai dirinya, karena dirinya akan menjadi incaran para gadis yang belum menikah ataupun menghadapi tante-tante yang menyodrkan putri mereka agar bisa menikah dengannya. Sejak publik mengetahui berita kandasnya hubungan Jojo dengan Rika, otomatis dirinya menjadi hot bachelor muda yang diminati para wanita dari semua kalangan. Hari ini, orang tuanya merayakan hari jadi mereka yang ke 25 tahun. Papa Jonathan menikah dengan ibu tirinya saat Jojo berusia 4 tahun. Karisa sang mommy, sangat mencintai Jojo seperti putra kandungnya sendiri sejak awal. (Baca:Guruku Mamahku.). Bagi Jojo, Karisa adalah wanita pertama yang ia cintai, dan akan selalu ia lindungi. Sebisa mungkin dirinya tidak akan mengecewakan mommy tirinya ini. Semua ucapan Karisa adalah sebuah perintah yang harus ia jalani. Karisa masih secantik seperti dulu, diusia Karisa yang sudah 49 tahun. Wajahnya masih belum menunjukkan penuaan ataupun kerutan halus. Begitu juga dengan sikap posesif Kenzo sang papa terhadap mommynya. Ketika anak mereka memutar jengah bola mata mereka menatap kebucinan sang daddy. “Dad, ngak akan ada yang culik mommy kali. Ngak usah dikunci gitu pinggangnya.” Joel menggoda sang pangeran tampan pertama dihidupnya. Jason terkekeh setuju dengan kakaknya. “Kayak ngak tau Daddy aja, Kak. Kalau bisa hari ini Mommy dikantongin aja sama Daddy biar ngak lepas.” Jonathan tertawa melihat kedua adiknya menggoda Kenzo. Mata Karisa membulat saat melihat pakaian yang dikenakan Jojo tidak sesuai dengan keinginannya. “Jojo, ganti jas kamu sama tuxedo yang sudah Mommy siapin di kamar kamu.” Jojo mendengus dengan wajah kesal. “Mom, ini kan acara Mommy sama Daddy, bukan aku yang mau anniversary. Pakai begini juga udah ganteng kok.” Karisa segera memberikan seringai menyeramkan tanpa berkata-kata sambil menatap tajam ke Jojo. Membuat cucu tertua di keluarga Linardi ini melambaikan kedua tangannya ke atas tanda menyerah. “Alright. Aku ganti. Puas, Mommy Ica sayang.” “That’s my best boy.” Jojo masuk kembali ke kamarnya dan menukar jasnya dengan tuxedo yang sudah disiapkan Karisa, lalu keluar kembali ke hadapan keluarganya sambil merentangkan kedua tangannya. “Udah nambah ganteng lagi kan. Males banget kalau sampai disamperin sama temen-temen Mommy tuh. Joel! You hold my arm. Biar kamu juga ngak ngilang diculik cowok ngak jelas.” Joel yang merasa tidak punya masalah, menjadi kesal dengan ucapan kakak tertuanya ini. “Ish, siapa juga yang mau. Punya kalian berdua aja tuh, kepala aku udah pusing. Nanti, kalian yang gandeng aku. Trus kalau ada yang mau kenalan, per tarif 3 juta yah supaya aku ngaku jadi pacar kalian.” “Joel!” Kenzo menegur putrinya. “Habis, Dad. Aku itu selalu jadi tumbal mereka. Lumayankan kalau sebulan 2x punya job begini, uang saku aku nambah, ditabung buat jalan-jalan, hehehe.” Bu Susi sang nenek terkekeh sambil mengajak semuanya untuk berangkat. “Udah, udah. Yuk berangkat. Nanti tuan rumah terlambat loh.” *** Di kediaman Nathan, seorang gadis sedang cemberut karena merasa pakaian yang hari ini dipakainya terlalu berlebihan. Sebuah gaun panjang sederhana berwarna putih gading, berlengan Sabrina dengan variasi pita dibelakang pinggangnya. “Mom, kita ke acaranya onty Risa kan? Bukan Mommy sama Daddy yang punya acara. Kenapa aku mesti pakai gaun ini sih. Kehebohan, Mom..” “Siapa bilang? Anak daddy cantik begitu. Mommy kamu sengaja dandanin kamu biar nanti kamu dapet jodoh pengganti Randy.” “Ish, Daddy. Apaan sih! Kenapa mesti ungkit Randy lagi. Aku udah sebel banget sama dia.” Cika tersenyum gemas melihat raut wajah cemberut Nadia. Memikirkan apa jadinya kalau ia tahu kalau dirinya sudah dijodohkan oleh mereka dengan laki-laki terbaik menurut Nathan dan Cika. “Makanya kalau dikasih tau orang tua dengerin. Feeling Daddy soal Randy betul kan? Karena daddy kamu ini juga pernah muda. Bisa melihat mana laki-laki bertanggung jawab, mana yang cuma main-main sama perempuan. Nurut aja sama mommy daddy kalau dijodohin sama laki-laki pilihan kita nanti.” “Betul, Dia. Coba kamu mikir deh, udah berapa kali kamu ngenalin cowok ke mommy daddy. Endingnya pasti bikin kamu sedih, kan? Kali ini nurut aja sama kami yah. Pasti kamu bakalan bersyukur dijodohin sama kami. Nadia menghembuskan nafas panjang, bagaimana tidak. Sejak ia kembali dari liburannya yang tidak menyenangkan. Dirinya terus dibombardir oleh Cika dan Nathan soal perjodohan. “Memangnya, Mommy sama Daddy bisa jamin aku bakalan bahagia sama cowok yang dijodohin?” Memikirkan dirinya harus menerima perjodohan di era modern ini, hati kecilnya sangat menolak. Tapi, ia tidak tega setiap kali melihat tatapan penuh harap kedua orang tuanya. “Jodoh memang ditangan Tuhan, Dia. Tapi, Tuhan juga mau kita berusaha. Dan, sekarang ini usaha kami untuk mencarikan kamu jodoh Tuhan itu. Ngak ada salahnya mencoba juga kan? Jangan-jangan pas kamu tau siapa jodoh kamu, malah kamu jadi bucin akut lagi.” Goda Nathan. “Yeay.. Emangnya Mommy sama Daddy tuh, bucin akut masing-masing. Sama tuh kayak Onty Risa, Uncle Kenzo. Kalian semua sebelas dua belas.” “Yuk, kita berangkat sekarang. Nanti terlambat, ngak enak sama tuan rumahnya.” Cika mengajak putri dan suaminya untuk bergegas berangkat. “Haish, Mom. Kita kan tamu undangan. Ngak masalah juga terlambat.” Tanpa menjawab lagi. Cika menarik lembut tangan putrinya untuk segera keluar dari kamar. Di dalam mobil, Nadia mencoba peruntungannya dengan mengucapkan rencana yang sudah ia buat walaupun bosnya belum menyetujui. ‘Bodo amat lah. Nyerang duluan daripada nyerah.’ “Mom, Dad. Misalkan aku bilang kalau aku lagi pendekatan sama bos aku. Apa kalian masih mau jodohin aku?” Nathan dan Cika hanya saling menoleh, menatap singkat dan tidak bicara lagi ataupun menanggapi ucapan Nadia. Melihat mode diam kedua orangtuanya, Nadia hanya bisa menghentakkan kakinya menahan kekesalan di hati karena diacuhkan. Setibanya di gedung tersebut, Cika mengalungkan tangannya ke lengan Nadia. “Kamu jalannya sama Mommy, jangan jauh-jauh.” *** Kemegahan dekorasi gedung, menyambut para tamu. Beberapa bunga papan ucapan selamat menjulang disekeliling dan di luar gedung. Beberapa foto Karisa dan Kenzo menghiasi pintu masuk gedung resepsi tersebut. Tamu-tamu berdatangan menghampiri meja keluarga Linardi, unutk mengucapkan selamat. Bianca dan suaminya, Lukas, serta dua anak kembar mereka bernama Sean dan Sanny. ikut hadir. Sekaligus melepas kerinduan karena sudah jarang bertemu. Kenzo masih sesekali bertemu dengan Bianca saat pertemuan meeting direksi. Keluarga Santoso juga hadir di meja yang sama, ada Kevin dan Helen beserta anak-anak mereka, Keanan dan Keisha. Bryan dengan istrinya dan tiga putra putri mereka. Opa Santoso tutup usia tidak lama setelah Karisa melahirkan Jason. Kenzo melihat kedatangan keluarga Nathan. Mereka tersenyum dan menghampiri. “Selamat yah Kak Kenzo. 25 tahun aja nih. Tahun depan giliran aku sama Cika.” Sapa Nathan. “Thank you, Than. Nick ngak pulang?” “Ngak, Kak. Dia bilang nanggung, mau kebut kuliah biar cepat pulang ke Indonya.” Kenzo melihat gadis cantik dengan wajah khas seorang Nathan. “Ini pasti Nadia kan? Masih ingat sama Uncle?” “Yah ingat lah, Uncle. Congratulation for your wedding anniversary, Uncle and Onty.” Risa menghampiri dan mengecup pipi kiri dan kanan Nadia dengan wajah sumringah. “Kamu cantik banget, Dia. Memang hebat nih produksinya Cika dan Nathan.” “Ish, Onty. Apaan sih.” Wajah Nadia merona mendengar ucapan sedikit vulgar dari Karisa. Kepala Kenzo mencari sekeliling keberadaan seseorang. Saat matanya menangkap yang dicari, Kenzo ijin untuk meninggalkan Nathan dan Cika. Kemudian Cika bersilahturahmi dengan keluarga Linardi dan keluarga Santoso. Kenzo mendekati Jojo yang sedang diajak bicara oleh seorang gadis, dan meminta ijin untuk mengajak putranya menemui kerabat lain. “Thanks, Dad, udah selamatin aku. Si Joel sama Jason ngak tau ngilang kemana mereka tuh. Nyebelin.” “Nasib punya muka ganteng kayak daddy kamu yah gini. Disamperin cewek terus. Ayo, daddy ajak kamu kenalan sama Uncle Nathan dan Onty Cika sama anaknya yang cantik.” Saat mendekati meja keluarganya, mata Jonathan terpaku pada seseorang yang sudah ia kenal. Gadis cerewet asisten direksi dikantornya bekerja, hanya saja sekarang ini gadis itu sangat cantik dan elegan.Begitu juga dengan Nadia, ia berdiri kaku dengan mata melebar, tidak menyangka akan bertemu dengan bos tampan, si setan jutek. Pertemuan keduanya menjadi perhatian khusus bagi Karisa, Kenzo, Cika dan Nathan. Mendengar suara Kenzo mengenalkan dirinya kepada salah satu sahabat mommynya. Jonathan mengalihkan tatapannya segera. “Nathan, Cika. Kenalin ini Jonathan.” “Oh. Hallo, Uncle, Onty.” “Kamu pasti sudah lupa sama kami yah. Terakhir ketemu kamu baru 8 tahun, trus kami harus ke Singapur. Kamu masih ingat sama Nadia? Yang suka kamu jahilin waktu bayi.” Jonathan menggaruk kulit kepalanya merasa kikuk dengan pertemuan ini. Namun, sebagai laki-laki, ia harus bersikap jantan. Mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Nadia seakan-akan mereka tidak saling mengenal. “Halo, Jonathan.” Mau tidak mau, Nadia pun membalas sapaan Jonathan. “Halo, Nadia.” Kedua orang tua saling menatap menilai tingkah laku kedua anak mereka. Lalu memberikan ruang bagi keduanya untuk bicara. “Cika, Nathan. Kita duduk di sana sambil nostalgia yuk. Jojo, kamu temani Cika dulu yah sebentar.” Ucap Kenzo member perintah. Jojo tidak dapat menolak, ataupun berani protes di acara seperti ini. “Loe, ternyata anaknya Onty Risa. Bisa kebetulan banget.” “Hem. Berani banget panggilan kamu ke saya pakai loe gua.” “Ish, ingat yah. Ini bukan kantor. Kalau orangtua kita berteman, artinya kita juga bisa jadi teman kan.. Jadi ngak usah sok kaku macam es batu kelamaan di kulkas deh.” Jonathan tidak mengacuhkan Nadia, begitu juga sebaliknya. Mereka memperhatikan orang tua mereka naik ke panggung bersamaan. ‘Mommy Daddy ngapain ke panggung? Ini kan acaranya Uncle Kenzo sama Onty Risa.’ “Loh, nyak babeh gua ngapain ikutan naik ke panggung. Ada apaan sih?” “Memangnya saya tau, mungkin mau dansa bareng kali. Jangan mikir aneh-aneh. Makanya otak dipake buat yang lurus aja.” “Ish, susah ngomong sama setan jutek.” “Hei! Kamu lupa yah kejadian kemarin. Mau beneran lihat setan dalam diri saya keluar sekarang juga, di sini!” Ancam Jojo dengan tatapan ingin menerkam. Belum sempat Nadia membalas ucapan Jojo, suara Kenzo menghentikan perdebatan mereka. “Tamu undangan sekalian, saya dan Karisa mengucapkan terima kasih untuk semua ucapan, doa dan perhatian dari kalian semua. Perjumpaan kami berawal karena seorang Jonathan, putra kami, yang akhirnya menyatukan kami menjadi suami istri. 25 Tahun terasa sangat cepat buat kami bersama-sama. Semoga kami masih diberi kesempatan untuk merayakan hari jadi kami yang ke 50, 60 dan seterusnya.” Semua bertepuk tangan mendengar kata sambutan Kenzo. “Malam ini terasa spesial bukan hanya untuk saya dan Risa. Tapi juga untuk sahabat kami, Nathan dan Cika.” Jonathan dan Nadia mengerutkan dahi mereka merasa tidak mengerti maksud ucapan Kenzo. “Jonathan, Nadia. Kalian tolong kemari.” Keduanya saling menatap penuh tanya, apa maksud dari panggilan Kenzo. Keduanya berjalan bersamaan ke atas panggung. Nadia dan Jonathan diminta berdiri di tengah-tengah orangtuanya. Tiba-tiba mata Nadia membulat, memikirkan tentang rencana orang tuanya tentang perjodohan mereka. ‘Ngak mungkin gua ditunangin sama Pak Jonathan kan?’ Bermonolog dalam batinnya. “Hari ini keluarga saya dan keluarga Nathan akan mengikat tali kekeluargaan dengan menikahkan putra kami Jonathan dan putri Nathan yaitu Nadia.” Mendengar mereka dijodohkan, Nadia dan Jonathan terkejut luar biasa. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau acara hari ini merupakan acara pertunangan keduanya. Bagai terjebak situasi, Jonathan dan Nadia pasrah dengan instruksi yang diberikan Karisa dan Cika. Jonathan menyematkan cincin yang sudah disiapkan oleh Karisa, ke jari Nadia. Tangan keduanya gemetaran saat bertukar cincin. Jangan ditanya lagi debar jantung keduanya. Andaikan pingsan saat ini tidak membuat malu diri sendiri dan orangtuanya, mungkin Nadia memilih memingsankan dirinya saja agar acara ini batal. Tidak menyangka kalau rencana pura-puranya akan menjadi sebuah kenyataan dalam waktu singkat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD