Adrian terlihat duduk manis sembari fokus memainkan ponselnya, ia mengenakan jas putih yang terlihat sangat cocok dengan tubuhnya. tatapannya tertuju pada layar ponsel. Dirinya terlihat tengah berada di sebuah butik yang terkenal. Ia duduk disebuah ruangan khusus saat sebuah suara mengalihkan fokusnya. “Gimana?” tanya Elena. Dia berjalan keluar dari balik tirai pembatas tempat ia mencoba gaun pengantin, Adrian tertegun. Dalam hati ia mengakui kecantikan wajah Elena. Bahkan sebelum di make up dia sudah sangat terlihat sempurna dengan garis kecantikan yang alami. “Adrian? Gimana?” panggil Elena membuyarkan lamunan Adrian. “Ahh, cantik.” “Benarkah?” “Iya gaunnya sangat cantik.” kata Adrian tidak ingin mengatakan bahwa yang menggunakan gaun pun sama cantiknya. “Hmm yah sudah, kalau be

