Elena baru saja keluar dari kamar nenek Grey, sepertinya nenek Grey cukup terbawa perasaan karena mencoba menceritakan kisah masa lalu. Beberapa kali ia menangis dan mengatakan sangat merindukan Lyra dan juga neneknya Rania. Nenek Grey juga mengatakan bahwa Elena sangat mirip dengan Lyra, tentu saja kecantikan itulah yang diwariskan Lyra pada Elena dan Lily. Dia menutup perlahan pintu kamar nenek Grey. Meski malam kian larut, namun entah mengapa rasa kantuk tak kunjung menghampiri. Elena berjalan keluar rumah, dia duduk termenung diteras rumah nenek Grey yang berada di pekarangan yang sama dengan penginapan. Di nikmatinya hembusan angin malam yang mulai menembus kulitnya. Tiba-tiba sebuah selimut hangat menutupi tubuhnya. “Kenapa belum tidur?” tanya Adrian, sembari meletakkan selimut i

