**Bab 022: Perasaan Jiwa** Satu per satu kantong dihitung. dua puluh kantong snack—roti, biskuit, dan beberapa permen yang dibawa Pak Marta. Anak-anak saling bertukar pandang. Jumlah itu jelas tidak cukup untuk semua. “Jumlah kita ada tiga puluh enam orang,” ujar Indah lirih, “tapi dua orang tadi masih terkulai lemah dan belum sadar. Itu berarti…” Rafandra menambahkan, “Ya, jika mereka tetap tidak sadar, berarti kita harus memikirkan cara agar semua tetap dapat makanan… tapi dua puluh kantong jelas tidak cukup.” Damar menatap kantong snack, kemudian mengingat sesuatu. “Aku ingat… tadi kita juga menemukan beberapa jajanan yang orang tua siapin untuk piknik. Tapi jumlahnya sedikit.” Mereka mulai mengumpulkan perbekalan seadanya—beberapa bungkusan kecil, sisa roti, beberapa kue kering y

