Satu Tersakiti

1229 Words

Sean pun melihat situasi mulai sepi, sebab Kirana dan Lidia mengikuti dokter ke ruangannya. Sementara pengawal yang Lidia sewa entah ke mana. Lekas, Sean masuk ke ruangan tempat Kaizar dirawat. Tanpa basa-basi, dia mendekati Kaizar dan menampar pelan wajah pria itu. "Sakit, Sean!" geram Kaizar. "Kamu inget aku? Katanya kamu hilang ingatan?" cecar Sean. "Aku siapa? Aku di mana?" ledek Kaizar seraya memelototi Sean yang wajahnya terlihat panik. "Serius, kampret! Kamu baik-baik aja kan? Kamu masih normal kan? Hah! Kamu enggak lupa kan, kalau kamu seorang ayah?" cerocos Sean persis seperti dukun yang sedang membaca mantra. Kaizar terdiam untuk sesaat, hingga tak lama kemudian, terdengar suara Kirana dan Lidia datang. Kaizar langsung mengedipkan sebelah mata untuk memberi kode pada Sean ag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD