Setalah lima belas menit menunggu, Kirana pun menepati janjinya, dia menelepon Nara dan mengatakan jika Lidia sudah pulang. Nara puk bangkit dari duduk, dia pergi menuju rumah sakit yang letaknya tidak jauh dari kafe tersebut. Sejurus, Nara pun sudah tiba di depan ruangan Kaizar. Di sana masih ada Kirana yang memang sengaja menunggunya. "Tepati janjimu!" ketus Kirana dengan wajah muram. "Enggak usah khawatir," sahut Nara. "Sebelum Tante Lidia kembali kamu harus sudah pergi!" pesan Kirana. "Aku akan pergi, tapi setelah kamu memberikan penawarna pada Kaizar," celetuk Nara. Kirana mendelik kasar lalu memelototi Nara. "Apa maksudmu?" sembur Kirana. "Aku tahu kamu ingin menjauhkam Kaizar dariku, tapi tolong jangan sakiti dia seperti ini, biarkan aku yang pergi!" tutur Naraz wajahnya se

