Falea termenung saat masuk ke kamarnya terdapat sosok mungil yang di rindunya. Ia mengamati wajah putranya yang sedang tertidur siang. Di lihat dari dekat wajah Kaffa yang sangat mirip dengan daddynya. Lea sekilas memikirkan bagaimana pria itu tahu tentang Kaffa putranya. Apakah pria itu bisa menerimamu putra mereka atau menolaknya. Setes air mengalir di pipinya, betapa takutnya dirinya jika semua itu terjadi. "Mommy." Kaffa membuka perlahan matanya. Dengan sigap Lea menghapus jejak air di matanya, Lea tersenyum menatap putranya. Keteduhan di wajahnya membuat Lea semakin tenang. "Kaffa, udah bangun." Ucap Lea dengan lembut. "Tenapa mommy balu pulang." Kaffa bertanya dengan bibirnya mengerucut. "Maaf ya sayang. Mommy kehujanan disana makanya baru pulang." Jelas Lea. "Kaffa enggak

