CHAPTER 17

1142 Words

"APA. Kalau gitu Aku ikut bersama kakak." Donny tersentak, ia pun begitu khawatir pada bocah kecil itu. Kegelisahan menghampiri kedua orang ini. Mereka Tak bisa membayangkan bagaimana Kaffa menahan sakitnya. Dada Lea berdetak lebih kencang dari biasa. Ia menyentuh dadanyaa terasa sesak. Air matanya tak dapat di henti berderai semaunya. Dio dan Lea sudah di ambang pintu ugd menunggu sang dokter agar cepat keluar. Sudah hampir satu jam dokter tersebut di dalam sana. Tidak ada yang bisa di lakukan selain berdoa dan menangis. Tak lama alzio dan Donny datang dengan wajah khawatir. "Lea, dimana Kaffa." Tanya zio menghampiri adik perempuang yang terduduk di lantai merengkuh sudut pintu ugd. "Lea, masih sok." Ujar Dio yang tak kalah hancur hatinya. Bagaimana tidak, ia menyaksikan darah teru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD