Sejam yang lalu Aisyah baru saja menutup toko kuenya. Tepat pukul jam 9 malam, toko kuenya berhenti beroperasi. Kini, ia sedang dalam keadaan menyetir di tengah keramaian ibu kota Jakarta yang selalu ramai walaupun sudah malam. Lampu merah persimpangan jalan memberhentikan lajunya mobil. Angka menunjukkan 60 detik. Masih lama untuk Aisyah melajukan mobilnya. Suasana mobil Aisyah yang hanya diisi dengan murottal surah Ar-Rahman, tiba-tiba terhiasi dengan dering telepon. Sebuah panggilan telepon dari Alif tertera di layar ponselnya. Alisnya mengernyit. Tumben sekali Alif meneleponnya pada waktu begini. Pikiran Aisyah menebak, mungkin saja ada keperluan. Maka dari itu, Aisyah memutuskan untuk mengangkat telepon itu. Sebelum mengangkat panggilan telepon dari Alif, terlebih dahulu Aisyah me

