Pesawat pribadi itu terbang menuju luasnya langit biru. Di dalam pesawat itu, ada seorang pria yang terdiam menatap ke arah luar jendela. Hamparan langit nan biru tampak kabur di balik kaca mata hitamnya. Langit itu tampak indah di pandang. Menyejukkan mata, namun tak mampu menyejukkan hatinya. Di liriknya jam kecil yang melingkar di tangan kirinya. Tatapan matanya segera beralih menatap kotak cincin yang ia genggam. Menghembuskan napas panjang, lantas ia bergumam pelan sembari terus menatap hamparan langit biru. “Setelah ini... Izinkanlah aku berada satu shaf di depanmu. Menuntun gerakan Sholat dari takbir hingga di akhir salam. Kemudian mencium keningmu lalu berdoa bersama di heningnya malam. Semoga Allah juga mengizinkanku untuk berada satu shaf di depanmu. Ketika halal telah berbal

