Maafkan aku Hanen

1757 Words
Yogi kesal dengan sikap Reynold yang egois, "bagaimana bisa dia melakukan itu jelas-jelas kesalahan tidak ada pada keluarga Salvior,apa si b******n itu gengsi sekali mengakui kesalahannya,lihat saja jika Hanen tau yang sebenarnya aku akan menggunakan mantra apa saja agar dia tidak mau bersama kau?" Reynold masuk kembali kedalam kamarnya,dia melihat Hanen yang sedang gelisah dalam tidurnya sambil berkeringat seperti habis. berlari jauh "jangan lakukan itu padaku,aku mohon lepaskan aku" teriakan Hanen sangat keras Reynold berlari dan mendekati Hanen yang sedang menangis ketakutan "Hanen kamu kenapa,maafkan aku Hanen terlalu jahat kepada mu, aku salah Hanen" Hanen langsung memeluk erat Reynold dan menangis sejadi-jadinya karena ketakutan tidak jelaa "aku ingin hidup seperti manusia biasa Rey,tolong jangan buat aku seperti ini,aku ketakutan saat anak buah mu ingin menodai ku saat aku sendirian,siksa aku semau mu tapi tolong jangan nodai aku" Reynold sangat marah mendengar ucapan Hanen,dia tidak pernah menyuruh anak buahnya untuk menyentuh Hanen "Hanen,kamu masih syok,jadi kamu mengigau seperti ini" Hanen sadar dan melepaskan pelukannya dia mendorong badan Reynold dengan kuat agar menjauh dari nya "aku tidak syok,aku benar-benar dikejar oleh anak buah mu,mereka selalu menyebut nama mu,aku saja sudah merasakan bagaimana jahat nya kau kepada ku,kau masih bisa mengatakan jika itu bukan pekerjaan mu!" Hanen terus menangis dan semakin frustasi,dia terus menarik rambutnya karena ketakutan "Yogi" teriakan Reynold membuat Yogi terkejut dan dia masuk ke dalam kamar Reynold dan melihat Hanen yang sedang melukai dirinya sendiri. "Hanen,jangan lakukan ini kamu akan terluka, Lepaskan tangan mu dari rambut mu" Yogi memegang tangan Hanen supaya berhenti melukai dirinya "Lepas, lepaskan aku,jangan nodai aku tuan,aku mohon jangan" Hanen semakin takut saat Yogi memegang tangan nya erat Kio anak buah Reynold pun terkejut dan datang menghampiri kamar Reynold dan dia berdiri didepan kamar "ada apa bos,apa yang terjadi,kenapa anda berteriak,apa Yogi menyakiti mu". Hanen semakin ketakutan melihat anak buah Reynold yang berbadan besar "Jangan,jangan sentuh aku,tolong aku Rey,dia...... selalu mengikuti ku" teriakan Hanen sangat histeris melihat Kio dan dia pun menarik tangan Reynold memohon Reynold sangat bingung melihat Hanen ketakutan,dia pun langsung memeluk Hanen,Yogi pun menatap tajam Kio yang sedang berdiri didepan pintu kamar Reynold,pria itu pun mulai salah tingkah dan hanya tertunduk. "apa kau yang selama ini menteror Hanen,dan siapa kau" Yogi menatap curiga pada Kio "Sudah waktunya aku balaskan dendam tuan Wenzar,kalian harus habis Sekarang" Kio hendak menembak Reynold "Dooor door dooor" pistol Jesi terus menembaki Kio karena dia melihat tangan Kio mengambil pistol dari balik bajunya "Aaaaaaaa" Hanen berteriak histeris melihat Kio bersimbah darah "Bruuukkkk" badan Kio tumbang di tempat dan Hanen semakin syok melihat semua itu, Yogi memanggil semua anak buah Reynold dan mengurus Kio yang sudah tewas,karena peluru tepat mengenai kepalanya. Jesi memanggil Asssistant Reynold yang lain untuk membersihkan darah yang berlumuran di depan pintu kamar Reynold. tinggal lah Reynold dan Hanen di dalam kamar Reynold "aku seorang dokter aku harus mengobati nya,tapi nanti dia akan menodai ku jika dia ku selamat kan,aku harus bagiamana" Hanen terus meracau dipelukan Reynold sedang-kan Reynold sangat bersalah setengah mati dia melihat pundak Hanen ada bekas tembakan. Reynold melepaskan pelukannya dan dia memegang wajah Hanen dan menatap mata Hanen yang sangat indah "Hanen,aku tidak pernah memerintahkan anak buah ku untuk menyentuh mu,percaya padaku Hanen" Hanen menghempaskan tangan Reynold dari wajahnya dan berdiri " bagaimana bisa aku mempercayai mu sedangkan kau sudah menyiksaku dengan meninggalkan banyak bekas,aku benci kamu Reynold,jangan pura pura baik kepadaku jika kau ingin membunuhku" Hanen menatap mata Reynold dengan perasaan marah dan benci "maafkan aku Hanen,aku melakukan ini karena aku mengira ayah mu yang membunuh ibu dan adik ku, ternyata semuanya salah,maafkan aku" Reynold menarik tangan Hanen agar mau mendengarkan nya dulu, tapi Hanen mendorong Reynold "apa kau bilang,kau sudah tau siapa pembunuh ibu dan adik mu,kau sudah tau" Hanen meneriaki Reynold yang tak sanggup menatap wajah Hanen "aku tau dari Yogi" Reynold kehabisan kata-kata nya "hanya perlu waktu 24 jam saja anak buah mu Yogi sudah tau siapa pembunuh ibu dan adik mu, kenapa selama ini kau sangat bodoh Reynold kau siksa aku dan papa ku, sekarang kau hanya bisa bilang maaf,apa kau tau betapa hancurnya hidup keluarga ku karenanya kebodohan mu selama ini,apa kau tau bagaimana banyak orang di rumah sakit menunggu ku setiap hari untuk ku obati,kau iblis atau setan apa yang tidak memakai akal sehat mu dulu sebelum bertindak" Hanen melampiaskan semua kebenciannya pada Reynold "hukum aku Hanen,hukum aku" Reynold ingin memegang tangan Hanen "jangan sentuh aku,tangan mu terlalu hina untuk ku" Hanen berjalan sambil menangis dan membanting pintu kamar Reynold dan itu terdengar sangat keras monolog Reynold on Hanen kau dulu sangat manja padaku,sampai Reila cemburu padamu,dan kau sangat senang jika Reila mulai cemberut. kau selalu suka jika ku buatkan teh lemon hangat,dan kau selalu tersenyum jika aku membawakan bunga dari kebun rumah ku. tapi aku sudah memperlakukan mu dengan kejam Hanen, kau pasti sangat membenci ku Hanen, mungkin tidak akan ada kata maaf darimu untukku selamnya monolog Reynold off. Yogi datang menemui Reynold yang masih termenung memikirkan Hanen "Rey ada 2 org anak buah Wenzar yang sudah memata-matai kita selama 2 bulan,dan aku harus cepat mengganti semua pin keamanan dirumah ini" Reynold sangat marah mengetahui dengan gampangnya penyusup masuk ke dalam rumahnya, Reynold sangat marah dan menghantam lemari wine nya dan tangan nya terluka terkena pecahan kaca "bawa 1 orang lagi ke ruangan gelap dan aku akan menunjukan bagaimana kekejaman yang akan diingatnya sampai menjelang kematiannya, dan juga Yogi apa kau perlu ku kirim ke luar negeri untuk memperbaiki kinerja mu" Yogi tertunduk malu sekali, untuk pertama kali harga dirinya hancur mendengar ucapan Reynold. Yogi memerintahkan anak buah Reynold untuk membawa pengkhianat yang bernama Dioz keruangan gelap. "ampuni aku tuan,aku terpaksa melakukan ini semua,aku minta ampun" Dioz terus meminta ampun pada Yogi,dan sampailah Yogi di depan pintu ruangan gelap dan membuka pintu canggih itu. "tuan aku minta ampun dan aku mohon jangan tuan,anak ku masih bayi,aku terpaksa tuan" tangisan Dioz sangat histeris karena di ruangan itu sudah ada 3 ekor buaya yang sangat besar dan juga 10 ular piton. Hanen berlari mengejar Yogi karena dia melihat orang yang dikenalnya sedang diseret anak buah Reynold. "Tuan aku mohon lepaskan dia,dia tidak jahat" tangan Hanen membentang dihadapan Yogi. "maaf Hanen jangan terlibat dengan urusan ini, nanti Reynold akan menyiksa mu lagi minggir Hanen, siapapun penghianat yang berhasil masuk ke rumah ini harus aku habisi dengan tanganku sendiri" Yogi bicara dengan tegas kepada Hanen agar mengerti situasi ini Hanen menggelengkan kepalanya dan tidak beranjak dari tempatnya "aku tidak akan biarkan Dioz disiksa" Reynold datang dengan tangan yang berlumuran darah "kenapa kau tidak masukan dia kedalam Yogi" suara besar Reynold membuat Hanen terkejut. Hanen mencoba tenang untuk berbicara dengan Reynold,walaupun hatinya sudah sangat benci melihatnya "Rey,jangan siksa dia,dia yang selalu menolong ku saat pria yang tewas tadi ingin menyentuh ku" Reynold dan Yogi bingung,mereka berdua saling tatap mata "bagaimana bisa pengkhianat yang menolong mu,kau masih dalam keadaan syok Hanen, mungkin kau salah lihat orang" Yogi bicara pada Hanen supaya dia tidak tersinggung. Reynold melihat wajah sedih Hanen,tapi dia gengsi di depan Yogi bersikap baik pada Hanen "masuk kedalam kamar mu ini bukan urusan mu Hanen, kamu istirahat di dalam sekarang,jangan karena aku sudah bersikap baik membuat mu jadi ngelunjak" Reynold pun menarik tangan Dioz untuk mengikutinya masuk kedalam ruangan gelap, Dioz minta ampun pada Reynold "tuan aku suruhan tuan Reyhan untuk melindungi putri Gilang Salvior" dia sengaja berbicara pelan supaya anak buahnya yang lain tidak dengar. "Yogi bawa Hanen masuk kedalam dan telfon Eron untuk memeriksa nya,dan kalian semua perketat keamanan rumah ini" Reynold menarik tangan Dioz dan yang lain meninggalkan tempat itu Hanen mengikuti perintah Reynold sambil terus menangis "dasar laki laki kejam,tidak punya rasa iba sedikit pun,semoga kau mati dalam keadaan mengenaskan" Yogi mendengar ucapan Hanen yang mengumpat di belakangnya. "Hanen,itu hukuman bagi pengkhianat yang berani menentang Reynold" Yogi berdiri dihadapan Hanen,dia melihat pakaian Hanen yang sedikit kucel. Hanen melihat ada kaca disampingnya,dia melihat dirinya yang sangat kotor,dengan pipi yang merah bekas tamparan Reynold dan sudut bibir yang terluka,"aku tidak punya pakaian dan peralatan mandi ku" "apa saja yang kau butuhkan,aku akan menyiapkan nya untukmu" Yogi menawarkan bantuan untuk menolong Hanen membeli pakaian nya. "untuk apa tuan, Reynold terlalu lama melenyapkan ku, harus nya dari kemarin dia sudah melakukannya,tapi dia sangat kejam,aku disiksa habis habisan,aku tidak pernah mengalami kekerasan seperti ini" Hanen berjalan meninggalkan Yogi dengan berjalan putus asa dan masuk ke kamarnya. sementara diruangan gelap, Reynold dan Dioz sedang berbicara, Dioz menerangkan semuanya pada Reynold, "aku yang melindungi nona Hanen dari Kio tuan,tuan Reyhan sudah mengatakannya kalau Kio anak buah Wenzar" Reynold bingung dengan kondisi saat ini, Reyhan mengirim anak buahnya untuk melindungi Hanen "jangan sekalipun kau membohongi ku, karena aku sangat kejam menghabisi pengkhianat" "nona Hanen wanita yang sangat baik dan jujur tuan, setidaknya tanyakan dia dulu,jika tuan ragu dengan saya" Dioz mencoba tenang dan memohon pada Reynold. Reynold tidak akan gegabah lagi, dia akan menyelidiki semuanya,jika memang benar maka dia akan melepas Dioz "tapi aku akan mengurung mu di ruangan kosong dirumah ini,aku tidak mudah percaya dengan siapa pun". Reynold membuka pintu yang berada tepat didepan nya dan memasukkan Dioz kedalam "terimakasih tuan Reynold" kata kata itu keluar dari mulut Dioz sebelum Reynold mengunci nya. Yogi sedang sibuk untuk mengganti semua kode pin dirumah Reynold, Reynold masuk kedalam ruang kerja Yogi "tolong kau cari kebenaran tentang ucapan Dioz,dan dia pun menceritakan semua obrolan nya dengan Dioz" "Ya akan aku kerjakan tapi lebih baik kita ganti pin semua pintu dirumah ini dulu,ini sangat melelahkan, terakhir pin diganti 8 tahun yang lalu Yogi masih sibuk dengan komputer dan layar besar dihadapannya Reynold pun keluar dari ruangan Yogi, karena dia tidak mau mengganggu Yogi, dia melihat kamar Hanen dan masuk kedalam tanpa permisi dia masih ingin mendapatkan maaf Hanen "Haaaaaaaaaa, kenapa kau masuk sesukamu tanpa permisi dulu" Hanen sangat terkejut karena dia baru selesai mandi dan memakai kemeja panjang dibawah pinggulnya. Reynold terpana melihat Hanen yang sangat cantik dengan rambut basah dan kemeja punya nya yang dipakai Hanen "Hanen, jangan berkeliaran di dalam rumah seperti ini,kau bisa membuat mata laki laki melotot melihat penampilan mu" "aku tidak punya pakaian,jadi aku pakai ini dulu sampai baju ku kering" Hanen berkata sangat ketus dan tidak memandang Reynold. Reynold menunjuk 1 lemari yang penuh dengan pakaian wanita "harusnya kau buka lemari ini Hanen buka lemari bajuku" Reynold tersenyum melihat Hanen yang tertunduk malu. "aku tidak mau menyentuh apapun yang bukan milik ku,tadi baju ini terletak di kamar mandi jadi aku memakai nya, lagipula aku tidak akan pernah menemui lagi jika aku keluar dari rumah tahanan ini" Hanen menjawab Reynold dengan jawaban yang membuat hati Reynold sedikit sakit Reynold tertawa mendengar jawaban Hanen,dia menatap iba wajah yang penuh dengan memar dan luka, rasanya Reynold ingin mengobati nya "kapan kau akan melepaskan ku,aku merindukan papa ku" Hanen bertanya dengan segala keputusasaan nya "ehhhmmm.... sepertinya aku belum menemukan hari yang pas untuk melepaskan mu,atau kau mau kapan" Reynold duduk diatas tempat tidur "sekarang saja" Hanen menatap Reynold dengan rasa bencinya "oh baiklah, nanti aku akan kabulkan permintaan mu, kau istirahatlah dulu sebelum kau pergi dari sini" Reynold berdiri dan hendak keluar dari kamar Hanen "tolong jangan pernah muncul lagi dihadapan ku dan papa ku Reynold,aku sungguh membenci kau dengan seluruh hidupku" Hanen meletakan 2 tangannya di d**a seperti memohon "tapi aku berharap akan ada kesempatan yang ku dapatkan dari mu untuk menebus semua kesalahan ku,aku akan melakukan apapun Hanen untuk menebus semua kesalahan ku kepada mu dan tuan Gilang" Reynold memohon untuk menutupi rasa bersalah nya dan keluar dari kamar Hanen tangisan Hanen pecah di kamar nya,rasa sakit di dadanya semakin menjadi saat dia membayangkan wajah Gilang "papa Hanen nggak kuat lagi menghadapi ini semua, Hanen capek pa" Hanen menangis terus dan ternyata Reynold mendengar semuanya di depan pintu kamar Hanen "maafkan aku Hanen" Reynold mengusap kasar wajahnya dan masuk ke dalam kamarnya sendiri epilog saat Reynold masuk kedalam kamar Hanen,mata Hanen sudah tertuju pada tangan Reynold yang berlumuran darah dan seperti nya ada serpihan kaca juga di dalam tangan Reynold yang terluka Hanen bimbang sekali untuk mengobati luka itu karena rasa sakit di hatinya yang diberikan oleh Reynold di sisi lain dia sudah mengangkat sumpah nya sebagai seorang Dokter yang harus mengobati siapapun jika sedang terluka
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD