05 Surat Perjanjian

1452 Words
Surat Perjanjian Pintu ruangan Devan diketuk dari luar, dengan suara berat pria itu mempersilahkan masuk. "Masuk" ucap Devan tegas tanpa mengalihkan tatapannya dari dokumen yang sedang dia baca saat ini. "Selamat sore, Sir" Devan mengalihkan tatapannya dari dokumen kearah dua orang yang sedang berdiri didepan meja kerjanya, lalu menatap datar perempuan yang sedang sibuk melihat sekeliling kantornya. 'Kampungan dan menarik' bisik hati Devan. "Kau sudah tiba, Jo!" Cecilia tersentak lalu mengalihkan pandanganya kearah pria m***m menyebalkan yang baru saja bersuara. Tubuhnya kembali menegang kaku, aura yang ditunjukkan oleh pria itu sangat mengintimidasi. "Yes, Sir" jawab Johan menunduk sopan. Lalu pandangannya kini beralih pada wanita yang berdiri disebelahnya. "Silahkan duduk, Nona Cecilia" Johan berucap sambil berusaha menahan tawanya melihat wajah Cecilia yang kembali tegang. Cecilia menoleh kemudian tersenyum kaku lalu mendaratkan bokongnya disalah satu sofa empuk di ruangan itu "thank you, Sir" Devan melangkahkan kakinya dengan pasti lantas duduk tepat di seberang Cecilia "bagaimana, Jo?" tanya Devan dengan wajah angkuhnya. "Nona Cecilia sudah menyetujui tawaran yang kita ajukan, Sir" Devan mengangguk lalu mengalihkan tatapannya pada wanita yang duduk didepannya seraya memangku kedua sikunya di atas pahanya lantas menatap lekat wanita di hadapannya. "Oke Cecilia, aku akan memberimu surat perjanjian yang akan kita tanda tangani bersama, kau bisa membacanya terlebih dahulu" "Baik, Sir" jawab Cecilia sedikit ragu. "Jo, berikan surat itu padanya" titah Devan tegas. Lantas menyandarkan punggungnya pada sofa sambil bersedekap d**a. Matanya menatap intens pada wanita itu. "Baik, Sir" Johan menyerahkan map berisi surat perjanjian itu pada Cecilia. Dengan ragu Cecilia menerima map tersebut dan mulai membacanya dengan serius. SURAT PERJANJIAN PIHAK PERTAMA NAMA : DEVAN ALEXANDER USIA : 25 TAHUN PIHAK KEDUA NAMA : CECILIA PERVITA USIA : 22 TAHUN Dengan adanya surat perjanjian ini, menyatakan bahwa kedua belah pihak menyetujui semua poin yang terdapat dalam surat perjanjian ini sesuai dengan persetujuan bersama tanpa adanya paksaan dari salah satu pihak. Akan menjalankan semua poin tersebut dalam jangka waktu yang telah disepakati bersama dengan ikhlas. Berikut ini beberapa poin yang harus disetujui oleh kedua belah pihak : 1. Pihak pertama memiliki kekuasaan penuh terhadap pihak kedua, yang akan memberikan perintah langsung kepada pihak kedua dan harus segera dilaksanakan oleh pihak kedua dengan sukarela. 2. Pihak kedua dilarang keras jatuh cinta kepada pihak pertama. 3. Pihak kedua harus meminta izin kepada pihak pertama jika ingin melakukan sesuatu atau berpergian ke suatu tempat. 4. Pihak kedua akan menerima uang sebesar dua milliar dari pihak pertama sesuai dengan perjanjian sebelumnya yang telah disepakati bersama. 5. Pihak kedua akan menerima satu milliar sebagai uang muka, setelah menandatangani surat perjanjian ini dan sisanya akan diberikan setelah kontrak selesai. 6. Sebagaimana telah disepakati bersama, pihak pertama dan pihak kedua akan menjalani kontrak ini selama enam bulan ke depan setelah surat ini ditandatangani bersama. 7. Jika ada perubahan, maka pihak pertama akan memberitahukan secara langsung kepada pihak kedua. 8. Surat perjanjian ini dibuat oleh pihak pertama kepada pihak kedua sebagai perjanjian yang solid dan tidak bisa diganggu gugat. 9. Pihak kedua di tetapkan hanya sebagai pengganti pengantin di atas altar menggantikan calon pengantin yang sedang terbaring sakit saat ini. 10. Pihak kedua harus mengikuti semua aturan yang diberikan oleh pihak pertama selama perjanjian ini berlangsung. 11. Jika mempelai wanita/istri sebenarnya sadar sebelum kontrak ini habis, maka dengan otomatis perjanjian ini berakhir dan pihak pertama wajib memberikan sisa pembayaran kepada pihak kedua. Namun jika mempelai wanita/istri sebenarnya belum sadar dan kontrak telah habis maka pihak pertama bisa mengajukan kembali perpanjangan kontrak dengan persetujuan pihak kedua sesuai dengan nominal pembayaran yang sebelumnya sudah disepakati oleh kedua belah pihak. 12. Pihak pertama wajib memberikan tempat tinggal dan tunjangan setiap bulannya kepada pihak kedua selama perjanjian ini berlangsung. 13. Pihak kedua dilarang keras untuk protes atau membantah seluruh perintah dari pihak pertama. 14. Pihak pertama dan pihak kedua akan tinggal dalam satu atap tepatnya di mansion pihak pertama. 15. Pihak kedua boleh memakai semua fasilitas yang ada pada kediaman pihak pertama, kecuali beberapa ruangan yang tidak boleh dimasuki oleh pihak kedua. 16. Pihak kedua akan diperkenalkan sebagai istri didepan publik oleh pihak pertama, dan selama perjanjian berlangsung pihak kedua tidak boleh berhubungan dengan pria manapun. 17. Pihak kedua akan mengikuti kemanapun pihak pertama pergi (urusan pekerjaan atau undangan yang lainnya) 18. Pihak kedua harus berperan sebagai istri seperti pasangan sebenarnya didepan publik dengan sukarela tanpa harus dipaksa. 19. Jika pihak kedua melanggar salah satu poin maka pihak kedua wajib membayarkan denda dua kali lipat dari pembayaran yang telah disepakati bersama atau sebesar empat milliar. Perjanjian ini dilandasi oleh hukum yang berlaku. 20. Pihak kedua harus bersikap baik didepan kedua orangtua pihak pertama dan didepan semua teman atau kolega bisnis pihak pertama. Demikian surat ini dibuat, dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan kedua belah pihak wajib menyetujui isi dari semua poin yang tertera dalam surat perjanjian ini. Cecilia membaca isi surat perjanjian itu dengan berbagai ekspresi. Matanya mendelik sinis saat membaca beberapa poin yang hampir saja membuat kedua bola matanya copot keluar 'dilarang jatuh cinta kepada pihak pertama' sudah sinting mungkin pria ini pikirnya. Wanita cantik itu mendesah jengkel, jika bukan karena terdesak dia tidak ingin berurusan dengan pria m***m menyebalkan yang ada dihadapannya saat ini. Jangankan enam bulan, satu jam saja terasa seperti neraka buatnya. Lihat saja poin yang diberikan untuknya dalam surat ini saja sudah mencekik kuat lehernya. "Oke Sir, dimana aku harus tanda tangan?" Tanya Cecilia dengan wajah pasrah. "Apa kau sudah membacanya dengan benar?" Tanya Devan menyelidik. "Yes Sir, saya sudah membacanya dengan benar dan akan menjalankan semua poin yang ada dalam surat perjanjian ini" jawab Cecilia serius. "Oke, kalau begitu silahkan kau tanda tangan di bagian pihak kedua. Nanti Johan akan tanda tangan sebagai saksinya" perintah Devan lalu menyeringai penuh makna. Cecilia menandatangani surat perjanjian itu, diikuti oleh Devan dan Johan. "Oke Cecilia, kau akan mendapatkan uang muka sesuai isi surat perjanjian itu. Karena kau sudah menandatangani surat tersebut, maka aku akan memberikan aturan pertama padamu" Devan menatap lekat wajah Cecilia "mulai saat ini kau harus membiasakan memanggil namaku dan tidak berbicara secara formal padaku, lalu mulai hari ini kau akan tinggal di mansionku sampai kontrak selesai. Dan besok malam kau akan aku kenalkan dengan kedua orangtuaku" Cecilia mengangguk ragu "tapi bolehkan aku pergi sebentar, karena aku harus membayar beberapa tagihan pada beberapa orang setelah ini" "Silahkan, nanti Johan akan mengawal kemanapun kau pergi. Ah, dan satu hal lagi pastikan kau berhenti dari semua pekerjaanmu hari ini juga" Cecilia mengangguk "Baik kalau begitu aku permisi" ucap Cecilia beranjak dari duduknya. "Tentu, silahkan" jawab Devan dengan wajah datar, kini tatapannya tertuju pada asisten pribadinya "Jo, berikan haknya sekarang juga" perintah Devan yang diangguki oleh Johan. Johan memberikan koper berisi uang tunai pada Cecilia yang memang sudah disiapkan sebelumnya dan langsung diterima Cecilia dengan sungkan. "Thank you, Sir" ucap Cecilia tersenyum ramah pada Johan. "Sudah kewajiban saya Nona, mulai saat ini anda bisa memanggil nama saya saja" sahut Johan sopan. Cecilia tertawa kecil "oke Jo, terimakasih banyak" ujarnya dengan senyum mengembang. Johan mengangguk dan ikut membalas senyum itu. Devan mendengus kasar, bisa-bisanya wanita kampungan didepannya saat ini bersikap manis didepan Johan dan melakukan hal sebaliknya padanya. "Jo, pastikan seluruh kebutuhan Cecilia terpenuhi" ucap Devan memotong acara tersenyum keduanya. "Baik sir, kalau begitu saya pamit" sahut Johan menunduk sopan. Devan mengangguk dan mengibaskan tangannya agar mereka segera keluar dari ruangannya. Dia benar-benar dirundung emosi jika harus berhadapan dengan wanita itu, jika bukan karena terpaksa dia tidak akan mau berurusan dengan wanita kampung itu. Johan dan Cecilia berjalan keluar ruangan kerja Devan, begitu pria angkuh itu mengibaskan tangannya dengan sombong. "Kemana tujuan pertama anda, Nona?" Tanya Johan saat mereka sudah berada didalam lift. "Eum, aku harus ke kedai s**u, lalu ke toko bunga dan terakhir ke casino setelah itu Apartemenku. Apa sungguh kau tidak keberatan menemaniku, Jo?" tanya Cecilia tidak enak, karena banyaknya tempat yang harus dia kunjungi. "Tidak perlu sungkan Nona" balas Johan lalu tersenyum. "Terimakasih Jo, aku janji akan menyelesaikan semua urusanku dengan cepat" seru Cecilia terkekeh kecil. Johan tidak menjawab hanya ikut tertawa kecil saja. Setelah semua urusannya selesai dan berpamitan dengan semua orang, Cecilia kembali ke Apartemennya untuk membayar sisa tunggakan kepada Nyonya Gloria sekaligus mengambil pakaiannya di sana, karena mulai malam ini dia sudah harus tinggal dengan pria menyebalkan itu. Cecilia memandang sendu ke seluruh sudut Apartemen kecil yang biasa dia tinggali, banyak kenangan manis dan pedih yang dia lalui disini. Cecilia memejamkan matanya kuat-kuat mencoba meyakinkan dirinya bahwa keputusan yang dia ambil sudah benar adanya, tangannya meremas erat tas besar yang ada di pangkuannya. Kemudian beranjak dari duduknya. Kakinya melangkah keluar dari Apartemennya, setelah memberikan sisa tunggakan juga memberikan kunci kamar Apartemennya yang dia genggam sejak tadi kepada Nyonya Gloria. Cecilia menatap sendu gedung Apartemennya kemudian membalikkan tubuhnya menuju kearah Johan yang sudah menunggunya di depan mobil.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD