BAB 7

1042 Words
"darimana kamu tahu aku tinggal disini?" Tanya Isti dengan tersenyum manis. Dia jaga sikap karena didepannya berdiri seorang cowok tampan. "Aku pakai telpon mu untuk menghubungi kontak terakhirmu, ternyata mamamu...lalu aku dikasih alamat ini" "Oh..." Isti hanya ber oh ria. "Kamu darimana kok tinggal di mess ini?" tanya Johan. "Dari Surabaya" "Aku juga di perusahaan ini, divisi pangan, kamu dimana? Kok aku ga pernah liat ya?" "Aku divisi perawatan kulit dan rambut, baru 3 bulan" "Aaaahhhh... Sudah kuduga...kamu cantik....Uda pergi kemana sejak dikota ini?" Tanya Johan. "Kadang jalan sekitarnya aja, cuma kenal beberapa orang dikantor,... biasanya ya ke supermarket aja atau mall yang ada produkku...temani BA" "Ntar kapan kapan aku ajak jalan mau? Aku tahu tempat yang bagus" "Mau.... terimakasih" ucap Isti dengan wajah berseri, dan mereka saling menatap hingga membuat Isti salah tingkah. "Eh...sori...kok ke enakan ngobrol sampe belum aku kasih apa apa" Isti terlihat kikuk. "Ga papa...aku baru makan" ujar Johan yang menatap intens wajah Isti. 'cantik...menggemaskan' batin Johan. "Sebagai ucapan terimakasih...aku traktir makan aja ya" Isti memberikan penawaran. "Ga perlu, besok aku ajak kamu makan malam... sebagai ucapan selamat datang di kota ini" "waduh kok jadi ga enak ya, harusnya kan aku yang traktir" "ga pa pa Isti, supaya kita lebih akrab." Seketika jantung Isti berloncatan mendengar kata 'lebih akrab'. 'Jangan GR Isti, dia cowok cakep, mana mau sama kamu' hati Isti bersuara. "Baiklah...jam berapa?" Isti menahan senyum yang berlebihan. "Aku jemput jam 6 petang" ucap Johan dengan suara baritonnya. "Okay" "Okay...aku pamit dulu..." Johan meninggalkan Isti. Isti pun melambaikan tangannya saat Johan melajukan mobilnya. Esoknya sore hari. Isti membongkar lemari demi penampilan terbaiknya. 'Ya ampun, aku kencan ama cowok ganteng' teriak Isti dalam hatinya. Terdengar suara deru mobil berhenti tepat didepan mess Isti. Tak lama terdengar ketukan pintu.Isti membukanya dan ternyata Johan, dia membawa setangkai mawar. "Untuk wanita cantik " Johan memberikan bunga mawar ke Isti. "Wow...so romantic... thanks" Isti mencium bunga mawar yang diterimanya. "Siap?" Tanya Johan. "Hm...kita mau kemana?" tanya Isti. "Makan di depot favoritku...bukan rumah makan mewah hanya depot" "It's ok..." Mereka pun meninggalkan mess menuju depot yang dimaksud Johan. Tiap saat Johan menatap Isti, membuat gadis itu salah tingkah. Johan tersenyum saat Isti mulai kikuk. Usai makan malam, Johan mengantar lagi ke mess Isti. "Mau mampir?" Tanya Isti. "Boleh?" Johan bertanya balik. "Boleh donk, daripada aku kesepian.." Jawab Isti. Mereka duduk di ruang tamu.Bercengkrama, bercerita status masing-masing. Yang ternyata keduanya masih jomblo. Johan senang mendengarnya, karena dia sudah menaruh hati pada gadis itu. Sedangkan Isti mencoba membuka hatinya untuk pria lain, berusaha melupakan cinta yang tak tersampaikan bersama Aji. Johan minta ijin untuk mengantar dan menjemput Isti, karena tempat kerja mereka yang sama. Ternyata Johan merupakan salah seorang manajer di perusahaan tersebut. Sejak itu mereka berangkat dan pulang bersama, gosip bertebaran melihat pasangan baru ini. Isti merasa sangat diperhatikan oleh Johan. Johan yang selalu bertingkah manis membuat Isti makin mengagumi sosok pria itu. Hingga di suatu Sabtu malam, saat Johan berkunjung ke mess. "Isti...sudah 2 bulan ini kita sering bersama, aku ingin jalinan kita lebih dari teman, ijinkan aku menjadi bagian hidup mu...ijinkan aku menjadi kekasihmu" ucap Johan dan meraih tangan Isti. "Johan, apa kamu yakin? Kamu cukup tampan ..kamu bisa dapatkan gadis yang lebih cantik" Isti berucap malu-malu. 'wanita mana yang bisa menolak macam dia yang ganteng gini, jalan berdampingan aja uda cukup seneng, apalagi kalo pacaran' batin Isti berteriak gembira. "Kamu terlalu cantik.. hatiku hanya untukmu...ijinkan aku...beri aku kesempatan menjadi kekasihmu, boleh?" tanya Johan lagi. Tatapan mata Johan membuat Isti berdetak kencang. Isti tak menyangka baru kali ini ada pria tampan yang menyatakan cintanya, berharap bukan hanya mimpi. "Ba-baiklah...kita coba saling mengenal lebih dekat." Akhirnya Isti memberikan jawaban. "Terimakasih honey" Johan pun mencium lembut punggung tangannua, Isti tersipu malu. "Okay...kita mau jalan kemana?" Tanya Johan. "Ke mall ya...aku mau liat BA (Beauty Advisor) yang lagi buka booth pameran" ucap Isti. "Kemanapun kamu mau honey..aku siap mengantar" ucap Johan. Panggilan honey semakin membuat hati Isti berdesir. Tiba di mall, mereka berjalan bergandengan layaknya sepasang kekasih. Johan juga memperlihatkan kemesraan didepan para BA, memeluk pinggang Isti. "Wah...mbak Isti berhasil merebut hati pak Johan ..hebat mbak" ucap seorang BA. "Doa kan yang terbaik aja ya ...masih baru jalan kok" bela Isti dengan senyuman malu-malu. Johan yang mendengar hanya tersenyum simpul. "Pertahankan mbak...." "Kalo jodoh ga bakal kemana" ucap Isti lagi. Isti dan Johan pamit, melanjutkan kencan mereka.Jam 9 malam mereka kembali ke mess Isti, setelah beberapa saat ngobrol Johan berpamitan. Isti berjalan dibelakang Johan, di ambang pintu utama pria itu membalikkan tubuhnya secara mendadak, Isti pun tak sengaja menabrak d**a Johan. "Eh ...maaf" Isti menunduk tersipu malu. Johan tersenyum, memegang dagu Isti dan mengangkatnya. "Ga papa honey..." Johan menatap tajam wajah Isti, jantung gadis itu berdetak kencang. Isti melipat kedua bibirnya kedalam mulut, membasahi dan menarik nafas panjang. 'aku ga tahan melihat dia memainkan bibirnya' batin Johan. Dengan keberaniannya Johan mendaratkan bibirnya ke bibir Isti, mengecup lembut, tidak ada penolakan dan balasan dari Isti. Tangan Johan menyibak rambut Isti yang menutupi pipinya, dan menyelipkan ditelinga gadis itu, tangan Johan berhenti ditengkuk Isti sambil mencium lagi. Kecupan itu makin memanas, Isti memegang kedua pinggul Johan, dia membuka mulutnya memberi akses Johan berkelana lebih jauh. Setelah beberapa saat saling melumat, Isti pun menarik wajahnya, dan menghentikan aktivitasnya. "Sudah malam Johan" Isti tersenyum sambil mengusap bibir Johan yang terdapat jejak lipstik. "terlalu nikmat merasakan bibirmu honey" Johan kembali mencium pipi kekasihnya yang merona. "Sudah...pulang...besok telat lho" sambil membelai d**a Johan. "Okay...kita lanjutkan besok...ga sabar pengen ketemu kamu lagi" ucap Johan sambil membuka mobilnya. Sepeninggal Johan, Isti langsung ke kamar, hatinya sungguh gembira, ada pria tampan yang benar-benar mencium bibirnya. 'aku punya pacar' batin Isti gembira, dia tersenyum sendiri mengingat moment indahnya bersama Johan. Dia menyalakan laptop dan membuka sosmed. 'kalian kumpul lagi' batin Isti sambil tersenyum saat melihat salah seorang temannya up load foto tentang kondisi persahabatan mereka. 'wajah itu tak pernah berubah, disampingnya masih ada Ana yang pantang mundur memperjuangkan cintanya' batin Isti saat melihat Aji. Tanpa Isti ketahui, sifat Aji semakin dingin.Walaupun mereka berkumpul, tapi Aji ga pernah mengeluarkan suara.Tubuhnya disamping temannya, namun hati dan pikirannya melayang. Aji mencari informasi keberadaan Isti ke Iwan, adik Isti, tapi hasilnya nihil. Iwan memberikan alasan bahwa Isti masih menjalani training, jadi konsentrasinya ga boleh terganggu. 'kenapa Love? Kamu dimana?'
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD