*** Satu bulan sudah aku dan Mas Rega tinggal di rumah kontrakan ini. Beberapa perabotan rumah tangga sudah kami beli untuk mengisi rumah kontrakan ini. Bersyukur, kami sudah membeli kompor, gas dan peralatan masak lainnya. Jadi, kami dapat lebih berhemat karena tidak perlu membeli makanan lagi dari luar. Mas Rega yang bekerja sebagai supir di rumah makan Bu Ria telah menambah pendapatan kami. Walau sedikit, setidaknya kami tetap mempunyai pemasukan. Senyumku mengembang melihat Mas Rega yang sudah pulang dari kerja. Ia tengah memainkan ponsel milikku. Walau sudah pulang dari kerja, Mas Rega masih tampak rapi dengan kemeja beserta celana panjangnya. Aku berjalan mendekati Mas Rega dengan membawa secangkir teh hangat. “Mas, tehnya.” Kusodorkan secangkir teh ini ke arah Mas Rega. Dengan

