“Selamat pagi juga,” balas Bu Ria. Ia tampak begitu bersemangat. Majalah yang tadi dipegang serta terbuka itu, Bu Ria tutup dan letakkan pada meja yang berada di sampingnya. Bu Ria berdiri dan berjalan mendekati aku dan Mas Rega. “Ini suaminya Mbak Valen, toh?” tanya Bu Ria. Aku mengangguk, kemudian berkata, “Iya, Bu. Kenalkan ini Mas Rega, suami saya.” Aku memperkenalkan Mas Rega pada Bu Ria. Bu Ria mengangguk-anggukkan kepalanya. “Walah ... walah ... Mbak Valen-nya cantik, suaminya juga ganteng. Memang pasangan yang cocok ini,” timpal Bu Ria dengan tersenyum ke arah kami. Senyumnya begitu tampak menggoda diriku, menjadikan aku malu-malu dengan pujian yang ia berikan. Aku mengulum senyum, berusaha menyembunyikan rasa senang sekaligus maluku. “Terima kasih banyak, Bu,” jawabku kemudi

