BAB 14

1042 Words
Kereta kuda yang ditumpangi oleh Fin, Maverick dan juga Kaiden akhirnya tiba di Tobias. Sebuah tempat dimana Ezra, Morrigan, Marie dan juga Lara disemayamkan. Sehingga Tobias mendapatkan predikat sebagai tempat suci bangsa elf, lantaran menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi bangsawan elf. Seperti yang dikatakan oleh Maverick beberapa saat yang lalu, ia akan turun lebih dulu untuk memeriksa keadaan di sekitar Tobias Meski Maverick tidak tahu pasti apakah kekuatan itu berasal dari Tobiass, tetapi Maverick memiliki tanggung jawab penuh atas keselamatan Raja elf mereka, Fin. "Aku turun lebih dulu," ujar Maverick kemudian membuka pintu kereta kuda. Kaiden menatap Maverick, "Apa aku juga perlu ikut?" tanya Kaiden kepada Maverick. "Tidak perlu, Kaiden. Kau menunggu saja di dalam kereta kuda sembari mengawasi Fin agar anak itu tidak keluar dari kereta kuda sebelum aku selesai memeriksa daerah sekitar sini," ujar Maverick. Fin membulatkan matanya karena ia disebut sebagai 'anak itu' oleh Maverick. "Apa yang kau-" Bruk ! Belum sempat Fin menyelesaikan kalimatnya, Maverick langsung menutup pintu kereta kuda dan meninggalkan Fin bersama dengan Kaiden. Di dalam, Kaiden berusaha menahan tawanya melihat tingkah laku Maverick dan juga Fin. Sebenarnya kedua orang itu pun sedari dulu memang sudah sering melakukan hal - hal yang sangat lucu karena kedekatan mereka. Maverick melangkahkan kakinya menyusuri Tobias. Di belakang punggungnya, terdapat sebuah pedang yang diberikan kepadanya saat White Festival, atau penyerahan jabatan kepadanya sebagai ajudan dari Raja Fin. "Aneh, kenapa sekarang perasaan itu hilang?" gumam Maverick sembari menyusuri Tobias. Kakinya terus menyusuri Tobias dan tiba - tiba saja . . . Krek ! Kaki Maverick menginjak sesuatu, sebuah pecahan kaca. Sontak saja Maverick menoleh dan melihat sekitarnya. Maverick mendekat ke arah tempat atau sebuah bangunan yang disusun dari batu - batu tempat dimana Ezra dan Morrigan berada. Maverick mengitari tempat itu namun tak melihat ada kaca yang pecah, kakinya melangkah ke arah gedung lainnya tempat dimana Marie dan Lara berada namun juga nihil. "Pecahan kaca? Dari mana ini berasal?" gumam Maverick. Maverick memejamkan matanya sembari merasakan jejak aura sihir yang ada Tobias. Sihirnya menyebar ke seluruh sisi Tobias dan nihil. Tidak ada jejak bekas penggunaan ilmu sihir di sekitar Tobias. "Kuharap ini sudah cukup aman," gumam Maverick kemudian melangkahkan kakinya kembali ke arah kereta kuda. Satu tangannya terulur untuk membuka pintu kereta kuda dan membukanya. Fin dan Kaiden sama - sama menoleh ke arah Maverick yang baru saja membuka pintu. "Sudah selesai?" tanya Fin. "Sudah aman," jawab Maverick. Fin turun lebih dulu dan diikuti dengan Kaiden di belakangnya. "Baiklah kita lihat sekarang dari mana energi itu berasal," ujar Fin kemudian melangkahkan kakinya ke arah dalam Tobias. Matanya terpejam dan merasakan hawa sihir di sekitarnya. Sesaat kemudian terbuka dan seketika matanya berubah menjadi hijau kemudian tangannya menebas ke sekitarnya dan menyebarkan sihirnya. "Apa yang dia lakukan?" tanya Kaiden kepada Maverick. Maverick berbisik kepada Kaiden, "Mencoba melihat pergerakan yang terjadi dalam 12 jam terakhir," balas Maverick. Kaiden menganggukan kepalanya. Fin melangkahkan kakinya, menyusuri sihirnya, namun yang ia temukan hanya jejak Maverick yang tadi baru saja memeriksanya. "Aku tidak merasakan apapun, apa perkiraanku salah?" tanya Fin sembari menoleh ke arah Maverick. Maverick menggidikan bahunya. Tapi tiba - tiba saja . . . Dung ! Sebuah suara dengan hantaman yang begitu keras membuat Fin, Maverick dan juga Kaiden tersentak. Kaiden menatap langit dan matanya memicing, sedangkan Maverick segera menyibakkan jubahnya dan mengeluarkan pedangnya dari tempatnya untuk melindungi Fin. "Tetap di belakangku," titah Maverick sambil berdiri di depan Fin. Fin melihat ke langit mengikuti Kaiden, begitu pula dengan Maverick. "Benda apa itu?" tanya Fin. "Entahlah," balas Maverick. Insting Maverick tiba - tiba memanggil. Ia merasakan sesuatu dari dalam tempat pemakaman Ezra dan Morrigan berada. Maverick langsung pergi ke sana. Fin pun mengikuti Maverick dan begitu juga dengan Kaiden. Maverick segera membuka pintu tempat itu dan masuk ke dalam. Kondisi gelap tanpa penerangan langsung menyambutnya, dengan satu jentikan jari setiap obor yang ada di dalam sana menyala dan memberikan penerangan di dalam tempat itu. Maverick pun menemukan sebuah buku yang terjatuh di lantai, di sekitar buku itu terdapat pecahan kaca. Kakinya pun melangkah dan mendekati buku itu. Pandangan Maverick mengedar ke sekitarnya dan melihat dengan mata elangnya, kemudian berjongkok di hadapan pecahan itu dan mencocokannya dengan pecahan kaca yang ia temukan di luar gedung. Maverick melihat ada kecocokan dan jika pecahan kaca itu berada di luar, tandanya ada seseorang yang masuk ke dalam dan tanpa sengaja menyenggolnya sehingga kaca itu pecah. Kaiden berjalan menghampiri Maverick, "Ini buku catatan pribadi Raja Ezra, sepertinya sengaja dibingkai dalam kaca agar bisa disimpan dengan aman dalam waktu yang cukup lama," ujar Kaiden sembari melihat pola pecahan kaca itu. Fin berjongkok dan mengambil buku itu, membuat Maverick dan Kaiden menoleh menatap Fin. "Ada apa?" tanya Maverick saat melihat Fin yang mengerenyitkan dahinya saat membaca salah satu halaman pada buku itu. Fin menatap Maverick dan menunjukan sesuatu. Rupanya di dalam sana tertulis penjelasan tentang selubung yang menutupi Pulau Amadea. Tangan Fin membuka buku itu, ke halaman yang menjelaskan tentang selubung pelindung sihir yang dibangun oleh Ezra untuk Pulau Amadea. * * * * * Hari ini, adalah hari yang tidak pernah aku bayangkan akan terjadi. Hari dimana aku akan mengerahkan kekuatan sihirku dalam jumlah yang cukup besar dan banyak. Aku menutupi Pulau Amadea dengan sebuah selubung sihir yang selanjutnya kusebut sebagai Amethyst. Selubung ini akan melindungi bangsa elf, bangsaku dari serangan bangsa dark elf yang hendak menghancurkan Tessitura. Tak akan kubiarkan mereka masuk melewatinya. Ezra Sie Tessitura. * * * * * "Selubung? Amethyst? Apa ini benda yang ada di atas sana?" tanya Fin. Maverick menganggukan kepalanya, sebelum ia membaca tentang selubung itu, sebelumnya Maverick sudah lebih tau dari Atlas. "Iya. Selubung sihir yang dibangun oleh Raja elf pertama agar bangsa dark elf tidak bisa masuk ke Pulau Amadea," jawab Maverick. "Aku pernah mendengarnya juga, aku pikir hanya sebuah mitos belaka saja. Tapi sekarang aku membacanya dari penciptanya," sahut Kaiden. "Aku bahkan baru tau sekarang, sepertinya aku harus mempelajarinya. Jika aku tidak salah, berarti ada bangsa dark elf yang mungkin mengincar buku ini dan berharap akan menemukan cara membukanya," ujar Fin. "Maksudmu? Jika dia kemari bukankah seharusnya bisa masuk?" tanya Kaiden. "Sepertinya ada hal yang tidak kita ketahui tentang bangsa dark elf," sahut Maverick. "Aku akan menyimpan buku ini di Istana," ujar Fin dan memasukkan buku itu ke dalam jubahnya yang ia gunakan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD