28

1715 Words

"Kau tidak bisa menjawab?" Nalaya mendengus sinis. "Hanya pertanyaan mudah itu, kau tidak bisa menjawab?" Nalaya berdiri mendekatinya. Tatapannya setajam belati yang terasah. "Kau bisu? Atau lidahmu kelu untuk sekedar mengakui kalau kau berbuat b******k untuk Lena?" "Jawab!" Haruka dan Mara melompat dari kursinya mendengar bentakan sang bos besar, Itoo Nalaya di dalam ruangan. Mereka sangat yakin kalau bos mereka sedang mendamprat Mori Advan. Tapi karena apa? Mara melirik Haruka yang menempelkan kupingnya pada daun pintu. Matanya bergerak gelisah, tiba-tiba dadanya berdegup tak karuan. "Jangan katakan ... Mori itu minta izin pada bos untuk menikahi Lena?" "Heh," Mara memaki Haruka. "Jangan sok cenayang begitu. Mana mungkin secepat itu. Dia pasti memikirkan perasaan bos. Kau tahu? Nal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD