31

1523 Words

“Siapa kalian?” Lovinta meronta saat dua lelaki berbadan kekar serta tato yang memenuhi tubuh itu mencekal pergelangan tangannya. “Kalian mau apa?” gadis itu semakin resah saat keduanya menatapnya lapar. “Jangan takut cantik, kita nggak akan gigit kok,” ucap salah satu dari mereka. Lovinta semakin memundurkan langkahnya untuk menjauh. Namun hanas, nampaknya keberuntungan itu tidak berpihak padanya. Dia terperosok ke dalam lubang dan mengakibatkan kakinya keseleo. “Apa aku bilang. Jangan melawan cantik. Kita cuma mau bersenang-senang kok.” “Pergi kalian atau aku akan teriak!” Lovinta menatap ke dua lelaki itu mengancam. Namun, ke dua lelaki itu malah tertawa keras. “Siapa yang akan mendengar teriakanmu, cantik? Bahkan di sini tidak ada satupun orang yang lewat.” Wajah Lovinta s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD