43

1430 Words

Lovinta yang melihat Gilang hanya diam di ambang pintu pun menjadi bingung. Di dalam hatinya gadis itu bertanya-tanya ada apakah dengan Gilang? Lovinta mengubah posisinya menjadi duduk bersandar di kepala brangkar. Meskipun hatinya masih kecewa dengan lelaki itu, tetapi entah mengapa jika melihat Gilang terpuruk seperti itu membuat hatinya tercubit. “Pak Gilang.” Suara halus nan lembut yang ia rindukan pun akhirnya terdengar. Gilang menghapus air mata yang mengalir di pipinya lalu ia membalikkan badan dan melemparkan senyumnya untuk Lovinta. meskipun gadis itu tidak membalasnya, namun Gilang bahagia akhirnya Lovinta mau kembali memanggil namannya. “Kamu butuh sesuatu?” tanya lelaki itu berjalan menuju ke arah brangkar sang gadis. Lovinta menggeleng dengan bibir yang terkatup rapat.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD