Lovinta dan Danial menatap Gilang, Nean, dan Dimas dengan kening yang mengerut. Pasalnya ketiga lelaki itu kembali dengan wajah yang sedih dan napas terengah. “Om Dimas, pak Gilang, Nean. Kalian kenapa?” Gadis itu mulai menyelesaikan rasa penasarannya dengan bertanya kepada ke tiga lelaki itu yang bersangkutan. Dimas tidak menjawab pertanyaan Lovinta, lelaki itu memilih untuk menghampiri Danial yang sedang berdiri di samping brangkar Lovinta. lalu Dimas menepuk pundak Danial beberapa kali. Membuat lelaki itu semakin dibuat heran. “Ada apa, Dimas?” tanya lelaki itu menatap Dimas penuh tanda tanya. “Saya berharap kamu dan Lovinta bisa sabar menghadapi ujian ini.” Dimas berucap lirih sembari menatap Lovinta dan Danial secara bersamaan. Danial terkekeh bingung, lelaki itu tidak tahu

