Ethan ragu tapi di tetap melangkah. Yah kini dengan identitas yang baru.
"Kamu," perintah lelaki yang memakai baju koki, kita sebut saja Tuan Koki.
"Saya?" Ethan berjalan menuju Tuan Koki.
"Kenapa kamu berdiam diri? cepat kerja apa yang bisa kamu kerjakan itu kerjakan," perintahnya dengan jelas.
Restoran masih sangat ramai ini membuat semua karyawan terlihat lelah sekali.
Ethan menyembunyikan identitas nya sebagai pemilik restoran itu, dia menutup identitas nya dengan banyak alasan sehingga Vera dapat memakluminya.
Ini sudah berlalu satu bulan dan kesembuhan Ethan sudah total membaik, Ethan dan Vera kini menjadi sahabat baik.
"Ayok, semangat semangat," ucap Vera saat melihat Ethan membilas piring.
Semua karyawan terlihat sangat sibuk tidak ada yang bermain-main.
Malam telah tiba Ethan berencana akan istirahat namun setelah mendapatkan kabar dari Vera membuat Ethan langsung pergi ke suatu tempat.
"Kamu harus bersembunyi, lelaki yang berbadan besar itu sedang datang ke restoran ini." ucap Vera dengan suara yang pelan pada Ethan.
Ethan langsung mengiyakan dia pergi ke dalam kamar nya sebentar dan segera Menganti pakaiannya dan memakai topi hitam serta jaket hitam.
Ethan sudah sampai di depan pintu keluar, tetapi lelaki itu sudah duluan melihat Ethan, bola mata Ethan langsung membesar dia takut mereka mengenalinya.
Dan benar saja lelaki itu mengejar Ethan.
"Ah, sialan, b******k, bagaimana mungkin mereka mengenal aku!" marah Ethan sembari berlari.
Ethan butuh bantuan dia haru mengubungi Biru.
Ethan perlahan merogoh kantongnya sambil berlari dia menghubungi Biru.
"Biru." ucapnya dari telepon.
"Iya ada apa Tuan," jawab Biru dari seberang sana.
"Aku sedang di kejar oleh rentenir ini, tolong selamatkan aku," ucap nya dan melihat ke belakang.
"Baik, jangan matikan ponsel anda, Tuan sebentar lagi saya akan ke sana," ucap Biru dan berlari dari tempat nya sekarang.
Komplek rumah sekarang Ethan terjebak di dalamnya dia tidak tahu dimana sekarang dia berada, yang terpenting dia tetap lari.
Jalan ini terbagi menjadi empat Ethan bingung harus kemana dia berlari, dia melihat ke belakang tidak ada siapapun, Ethan merasa ini sudah baik.
"Mau kemana kamu?" tanya lelaki yang baru saja keluar dari jalan depan.
"Apa? Sialan," ucapnya kepada lelaki itu dan berlari mengambil jalan kanan.
"Tidak ada lagi jalan bagimu," ucap lelaki kedua dari jalan kanan.
"Sialan, b******k apa mau kalian?" dia nemaki-maki mereka.
Ethan mengambil jalan yang di depannya yaitu kiri namun sama juga Ethan terlambat.
"Tidak bisa lagi, kamu sudah di kepung," ucap lelaki 3.
Wajah Ethan benar-benar panik,dia takut terjadi apa-apa dengan dirinya.
Benar saja kini Ethan sudah tidak tahan lagi dia melakukan perlawanan kepada ketiga preman itu.
Bughhh ....
Ethan di buat pingsan oleh mereka bertiga, mobil datang dan mereka langsung membawa Ethan pergi.
Biru baru saja sampai tapi tidak melihat dimna posisinya dia mencoba menghubungi Ethan, tetapi ponselnya tergeletak begitu saja di jalanan aspal itu.
Biru segera menghubungi Vera, takut terjadi sesuatu.
"Nona, terjadi sesuatu kepada Tuan, aku akan mencarinya." Dia mengirim pesan kepada Vera dan langsung pergi menaiki mobil hitam itu.
Dua jam telah berlalu dan kini Ethan mulai membuka matanya, penglihatan nya sedikit tidak bagus lagi dan lagi dia harus mencium bau yang tidak menyedapkan ini.
"Arg, sial ulah siapa lagi ini," ucap nya Pelan saat sudah melihat ke sekeliling.
"Halo, apakah kamu lupa dengan perjanjian kita?" Tawa histeris lelaki itu yang tidak lain Ethan beri nama Bos.
"Kamu? Dasar biadab, kenapa kamu selalu mencari aku kemana-mana?" tanya Ethan dan berusaha membuka tangganya yang di borgol dan juga kakinya.
Ethan di dudukkan di kursi semuanya badan nya di ikat dan hanya mulut nya yang terbuka.
"Apakah uang 5 miliar akan mengalir begitu saja? Kalau kamu begitu bebas aku letakkan?" tanya Bos itu dengan mata yang menyeringai.
"Sial." ketusnya
Ethan terdiam, beberapa saat kemudian datang seseorang dari depan Ethan reflek melihat ke depan berharap itu adalah bantuan.
"Apakah itu kamu biru?" tanya Ethan karena hanya siluet nya yang terlihat.
Tidak ada jawaban, berarti ini bukan biru. Yah lagi dan lagi Ethan terkena sial dia melihat boss itu datang kembali mungkin dia akan bertanya akan perjanjian Ethan dan dirinya beberapa bulan yang lalu.
"Ini sudah jam 5 apakah kamu tidak ingin kita cepat keluar dari ruangan yang Pengap ini?" tanya nya dengan senyuman tipis di wajah nya.
"Cepat lepaskan aku," Ketus Ethan dan mencoba mengeluarkan dirinya sendiri.
"Tidak ada gunanya kamu seperti itu, kamu jawab pertanyaan aku dan kita akan keluar secara bersamaan dari tempat ini," ucapnya membuat Ethan terdiam.
Ethan mengontrol pikirannya dia mulai mengikuti perkataan dari lelaki jahat itu.
"Baiklah, apakah kamu sudah memutuskan ke pilihan berapa kamu?" tanya lelaki itu menunduk melihat bola mata Ethan.
Ethan terdiam, bagaimana dia mau memilih dia saja tidak mau kedua-duanya.
"Tidak, aku tidak akan mengikuti kata hatimu, aku akan bekerja untuk mendapatkan uang itu," ucap Ethan dengan lantang.
"Apakah kamu yakin? Uang 5 M bukan uang yang kecil bahkan sampai kamu mati kamu tidak akan mendapatkannya bukan?" tanya lelaki itu tersenyum miris melihat nasib Ethan.
Ethan kembali terdiam, entah apa yang menimpa dia ini selalu saja hal yang sial dan sial.
"Apakah kamu tidak mencoba bekerja sama dengan aku?" tanya bos itu.
"Membagikan narkoba? menagih hutang dengan orang bebal? Kamu pikir aku orang gampangan?" ketus Ethan membuang wajahnya dari Boss itu.
"Bukankah kamu orang murahan_" ucapnya terhenti.
Pweh. ...
Ethan membuang air liurnya di depan wajah Bos itu dia jangan sakit hati saat mendengar kata murahan.
Tiga bodyguard boss itu datang mereka membawa Ethan kejutan, yaitu minyak tanah dan juga korek api.
"Apa ini? Dasar sialan," Ethan mulai takut saat tahu dirinya akan di bakar.
"Aku berikan satu kali lagi kesempatan, bergabung atau kamu akan saya bakar hidup -hidup di tempat ini," ucap Bos itu dengan ambang kesabaran yang sudah mencapai batas.
Ethan terdiam tapi bagaimana pun juga dia tidak mau melakukan pekerjaan haram itu di satu sisi dia juga tidak mau mati konyol seperti ini.
Ethan membuka suara dan membuat Bos itu mencekik lehernya.
"Kamu sangat kotor, bunuh saja aku mungkin itu akan membuat kamu mati juga, sampai bertemu di neraka," ucap Ethan dengan tatapan mata mengerikannya.
"Sialan," ucap lelaki itu ganas dan mencekik leher nya sampa Ethan sudah bernapas.
Saat kesadaran Ethan tidak ada lagi, ketiga bodyguard itu menyebarkan minyak itu dan membuat ke badan Ethan.
"Bakar," perintah boss itu dan menatap dia miris.
Ethan tidak sadarkan diri sedangkan api sudah berkobar.
"Akhiri hidup mu yang miris ini," ucap Ethan pelan saat dia menyadari tingkat kepanasan ini sudah di ambang batas.
Ethan dan api mungkin ini adalah akhir hidupnya untuk yang kedua kali, Mari ikuti kisah Ethan dengan segala hutang ibu dan ayahnya.