WANITA PENIPU

1084 Words
Ethan tidak tahu harus berbuat apa lagi dia tidak bisa mempercayai semua orang. Plung .... Dia melemparkan jaket itu ke hadapan wanita itu, wanita itu menoleh ke belakang, dia tidak tahu mengapa lelaki itu menolak pemberiannya. "Kenapa, Pak?" tanya wanita itu? "Tidak ada yang baik di dunia ini semua jahat sekali." Ethan merenggut. Wajahnya seketika memerah, dia ingin meneteskan air matanya namun dia malu di hadapan semua orang yang kini menatap dirinya dengan tatapan sedih. "Tidak apa-apa, pakai saja, mungkin kamu berpikir bahwa semua manusia di dunia ini sama, tetapi aku benar-benar ingin menyelamatkan kamu dari situasi ini semua." ucap wanita itu mencoba menenangkan Ethan. Dengan situasinya yang kini benar-benar menyentuh hati Ethan, perlahan atau pasti kini Ethan mulai memakainya. Semua orang bubar tetapi tidak dengan wanita itu. "Kenapa kamu tidak pergi?" tanya Ethan tanpa menatap wajah wanita itu. "Apakah kamu sudah makan?" tanya wanita itu mencoba melihat wajah Ethan. Ethan menggelengkan kepalanya, dia mungkin tidak bisa berkata apa-apa lagi, di satu sisi dia ingin menolak ajakan wanita itu namun dia sudah sangat lapar. "Ayok, mari kita makan." "Ayok, jangan takut, aku bukan orang gila, dan aku juga bukan pemakan orang, hehehe." Wanita itu mengandeng tangan Ethan, Ethan kini merasa aman. Dia akhirnya bisa makan nanti. Beberapa saat kemudian, Ethan akhirnya sampai di depan tempat makan yang begitu mewah, kakinya tidak bisa melanjutkan perjalanan itu, dia teringat akan masa lalunya yang sangat suram itu. "Aku tidak bisa makan di dalam." ucap Ethan menghentikan langkahnya. "Kenapa? apakah ada orang yang kamu takuti?" tanya wanita itu. Dan benar saja ini bukan soal makanan tapi dia mencoba melihat siapa lelaki yang berada di depannya. Bola matanya seketika memutar dia mencoba untuk pergi dari tempat itu. "Kenapa? Jangan pergi kali ini kita akan makan." Cegah wanita itu saat langkah kaki Ethan memutar untuk pergi. Suara itu membuat lelaki yang tadi dihindari oleh Ethan kini melirik ke arahnya, matanya mulai dia sipitkan dan yah akhirnya dia mengenali siapa itu. Kedua bodyguard nya langsung mengejar Ethan, bola mata Ethan bergerak melihat ke tangan wanita yang berada di sampingnya. "Ayok, kita lari," ucap Ethan dan segera berlari. Wanita itu kebingungan, namun dia terus berlari mengikuti jejak dari Ethan, entah kemana nanti dia akan di bawa namun yang jelas kini dia di kejar oleh dua lelaki yang berbadan kekar. Mereka berlari, wajah yang sudah memerah dan juga nafas yang ngos-ngosan membuat mereka tidak tahan lagi berlari, terik matahari sangat panas membuat Ethan semakin lemas. "Kita berhenti aja di situ, nanti kita lanjutkan." ucap wanita itu. "Bagaimana bisa? mereka sudah pasti mendapatkan kita." ucap Ethan menyambung. "Kamu sudah tidak bisa lari lagi, lihat kondisi kamu." ucap Wanita itu melihat Ethan mulai dari atas sampai bawah. Ethan yang memang betul tidak punya kekuatan lagi untuk berlari kini mengiyakan ajakan wanita itu, mereka berhenti di pinggir rumah yang berhubungan itu. Hufff ... Hahhh... Suara nafas mereka kini semakin lama semakin lambat, Ethan sudah tidak tahan lagi dia meluruskan kakinya dan mencoba melihat wanita itu yang sudah tertidur pulas di sampingnya. Ethan juga ikut tertidur, bagaimana nanti nasib nya dia sendiri yang akan menanggungnya. Malam kini telah datang Ethan sudah kembali berjalan sendirian dia memikirkan tawaran dari Bos yang kemarin itu. "Apakah yang aku harus pilih? jalan mana yang akan aku tembus? Sungguh ini sangat susah bagi ku," ucap Ethan gelisah. Ethan terus berjalan tanpa mengetahui kemana arah dan tujuannya, yang terpenting dia harus mengingat satu hal tidak ada kelalaian dalam berjalan. "Aku harus memilih nya sampai besok karena hanya itu waktu yang dia berikan," gumamnya lagi. Yah Bos yang kemarin itu memberikan pilihan yang sangat berat bagi Ethan, sehingga membuat Ethan pusing tujuh keliling. Ethan masih mengingat jelas setiap perkataan yang keluar dari mulut lelaki yang sangat menakutkan itu. "Satu, bagaimana kalau kamu ikut bekerja dengan kami? Menagih utang-utang para wanita malam, dan juga perusahaan-perusahaan besar yang meminjam kepadaku?" ingat Ethan dia bergumam sendiri. "Kedua, kamu harus mati di tangan ku kalau tidak ikut bekerja dengan ku, kamu bisa lepas asalakan kamu bisa membayar uang 5 M itu dalam waktu satu bulan ini." Ucap Ethan. "Arggg, kenapa sial sekali? Dasar b******k, sialan." ucap Ethan pikirannya kini sudah bercabang entah kemana-mana Banyak mata yang melihat Ethan saat dia cakap kotor namun kini Ethan mencoba untuk diam lagi, dia berjalan dan terus berjalan. Kicauan burung kini terdengar pada telinga lelaki yang baru saja bangun itu, dia mengusap matanya melihat ke samping kiri dan kanan suasana begitu sepi, dia tadi sudah sempat bersemangat, namun mengingat ini hari terahkir dia memenuhi janjinya dia segera menghembuskan nafasnya perlahan. "Ahh, Tuhan saja tidak mengizinkan aku untuk tersenyum, bagaimana aku?" gerutunya untuk yang kesekian kalinya melihat Tuhannya. Ethan ingin bangun tapi ada kaki yang panjang mengurungkan niatnya untuk bangun, dia mencoba untuk melihat siapa gerangan itu namun kaki itu lebih cepat berpindah tempat dari pada perkiraan nya. "Kenapa? apakah kamu heran? saya datang lagi," ucap wanita itu dengan bahagia dan senyum tulusnya membuat Ethan tersipu. "Eh, ingat Ethan tidak ada yang peduli kepadamu, semua ini hanya bohong saja," gumam Ethan dengan pelan. "Mari kita makan." dia menarik pergelangan tangan Ethan. Tanpa penolakan Ethan tentu saja mau dia pergi dan kali ini wanita itu membawa dia ke tempat makan yang berada di pinggir jalan, hati Ethan benar-benar sedih dia baru pertama kali merasakan makan dengan kondisi yang seperti ini. Saat mereka makan, kini Wanita itu membuka suara tetapi dia terlebih dahulu melihat mimik wajah Ethan, dia harus benar-benar mengetahui situasi sebelum nanti membuka suara. "Ethan, ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu, apakah bisa?" Ethan yang melamun kini tidak menjawab apa-apa, dia bahkan tidak mendengarkan apa yang di tanya oleh wanita itu. "Ethan?" panggil wanita itu memastikan. "Iya? Ada apa?" tanya Ethan terkejut dia baru sadar dari lamunannya. "Apakah kamu tidak mendengarkan aku sedari tadi berbicara?" tanya dia dengan sorot mata yang lemas melihat Ethan. "Kenapa? Aku benar-benar minta maaf," Ethan berucap. "Tidak apa-apa, aku tadi hanya ingin menyinggung soal masalah semalam, aku tidak bisa menemani kamu karena aku langsung pulang, bagaimana apakah kamu memaafkan aku?" tanya dia dengan tatapan memelas. Ethan hanya tersenyum dia tentu sudah memaafkan wanita itu. "Yeah terimakasih, bagaimana sebagai balasannya aku memberikan kamu pekerjaan, kebetulan di tempat aku tempat yang cocok untuk postur badan kamu, bagaimana?" tanya wanita itu dengan wajah yang berharap Ethan mau bekerja sama dengannya. Ethan terdiam, dia belum pernah memikirkan semua hal ini terjadi begitu cepat kepadanya. "Aku?" tanya dia dengan ekspresi wajah tercengang sembari menunjuk dirinya sendiri. Ini adalah tawaran yang bisa merubah hidup Ethan, lantas bagaimana kah kisah kelanjutannya? Ikuti terus kisahnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD