"Halo Ibu ...? Tumben nelepon Kinan siang, siang? Bapak masih sakit?" tanya Kinan setelah mengangkat telepon dari Ibunya. "Kinan sayang, Ibu sama Bapakmu itu udah tua, umur kamu juga udah 27 tahun. Jadi, kamu kapan nikah?" Kinan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Ia paling malas kalau sudah ditanya seperti ini. Kinan memejamkan matanya sebentar lalu menghela napas. "Ibu, gini ya ... Kinan itu udah dewasa, udah tau mana yang baik, mana yang buruk, jadi ... untuk saat ini Kinan belum mau menikah." "Kamu ini alasan aja, Ibumu ini sudah pingin gendong cucu. Kapan kamu balik ke kampung? Nanti akan Ibu kenalin sama anak temannya Ibu ...." Kinan semakin pusing. Kali ini dia mencakar-cakar wajahnya sendiri. Maura yang melihat Kinan seperti kucing garong hanya memberi tatapan penuh ke

