Ayu buru-buru mengalihkan pandangan. Tak lama kemudian, suara Jessica terdengar riang dari balik tirai ruang ganti. “Jo, lihat aku! Gaunnya cantik sekali, kan?” Ayu tersentak, segera menarik pita ukur dan menunduk. Jonathan masih berdiri kaku, wajahnya sulit terbaca. Ia menoleh ke arah suara Jessica, tapi matanya sempat sekali lagi melirik Ayu sebelum benar-benar berpaling. **** Tirai ruang ganti belum sepenuhnya terbuka ketika denting lonceng di pintu butik terdengar. Raka masuk, menenteng kantong kresek berisi makanan, senyum hangat langsung mengembang di wajahnya. “Sayang,” panggilnya lembut. Langkahnya cepat menghampiri Ayu, lalu tanpa ragu meraih pinggang gadis itu, memeluknya erat dari samping. “Aku bawain makanan kesukaanmu. Kamu pasti belum sempat makan, kan?” Ayu terperan

