Hening. Raka spontan menegakkan tubuhnya, wajahnya berubah tegang, Ayu merasakan tubuhnya melemas, matanya membesar tak percaya. Nyonya Larasati bahkan sempat terpaku beberapa detik sebelum akhirnya berujar pelan, “Pernikahan … Oh tentu saja, tapi kami sudah mau tutup sekarang, apa bisa kalau kita lanjutkan esok hari sekaligus kamu membawa mempelai wanitanya, Jo?” Jonathan menatapnya tajam, meski ada gurat kikuk di wajahnya, seolah ia sendiri heran dengan keputusan impulsif yang baru saja ia ucapkan. “Ya, besok sore aku akan kesini.” Nyonya Larasati berusaha menjaga ekspresi, meski hatinya penuh tanya. Selama ini Jonathan dan ibunya, selalu dingin dan menjaga jarak dengannya, dan kini, pria itu datang sendiri, malam-malam, untuk memesan busana paling penting. Di sudut butik, Ayu menun

