Tuan Muda yang Impulsif

1310 Words

Namun logika menahannya. Malam itu berlalu begitu saja, hingga lampu butik benar-benar padam, tak menyisakan bayangan Ayu lagi. Jonathan akhirnya menyerah, berlalu dari jalanan kota masih dengan rasa gelisah di hatinya. **** Keesokan harinya, suasana kantor Jonathan yang biasanya dipenuhi kesibukan mendadak memanas. Jessica melangkah masuk ke ruang kerja Jonathan tanpa permisi, wajahnya tegang, langkahnya menghentak seolah amarahnya sudah menumpuk. “Jonathan,” suaranya melengking tajam, “sampai kapan kamu akan menghindar soal tanggal pernikahan kita?” Jonathan yang sedang berdiri di depan jendela, hanya menoleh sekilas, dengan ekspresi dingin, ia kembali memandang ke luar, seolah tak mendengar. “Jonathan! Aku bicara denganmu!” Jessica menghentakkan tasnya ke meja kerja, suaranya berge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD