Raka Melamar Ayu

1300 Words

Suasana makan malam di Rumah Hanggono Raka duduk di sisi meja, gelisah, menatap ayahnya yang tampak begitu tegas namun serius. “Aku ingin kau mulai magang di kantor pusat di Amerika, setahun penuh,” kata ayahnya, suara berat tapi tegas, menandai bahwa ini bukan permintaan, melainkan arahan. “Setelah pesta pernikahan Jonathan dan Jessica, posisi Jonathan di perusahaan akan semakin kuat, kau harus bisa mengimbanginya.” Raka menunduk, menelan ludah. Hatinya menolak—tidak ingin harus bersaing dengan saudara tirinya sendiri. “Tapi, Papa… aku tidak ingin terlibat dalam persaingan itu, aku tidak ingin… berkompetisi dengan Jonathan.” Suaranya lembut, tapi tegas, seakan menolak gagasan yang sudah ditetapkan. Ayahnya menatapnya dengan mata tajam, perlahan mencondongkan badan. “Raka … ini bukan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD