Ponsel Pemberian Jonathan

1241 Words

**** Di sebuah gudang tua di pinggiran kota, suasana pengap menyelimuti ruangan. Lampu gantung berayun pelan, menyoroti wajah lusuh salah satu penculik yang kini berdiri gelisah di hadapan Jessica. “Uang kami, Nona, janjinya begitu,” ucap si penculik dengan suara serak, matanya menyipit penuh tuntutan. Jessica mendengus keras, wajahnya memerah karena amarah. “Uang? Kalian berani minta uang setelah gagal total?!” teriaknya, suaranya menggema di ruangan itu. “Bukan hanya gagal, kalian malah membuat masalah yang lebih besar!” Si penculik berusaha bertahan, suaranya terdengar gugup. “Aku tidak tahu, Nona… kalau ada yang membuntuti, tiba-tiba dia muncul—” Jessica menajamkan tatapannya. “Dia?” “Kami tidak tau kalau orang itu suami anda nona ….” Keheningan sejenak melingkupi ruangan. Jessi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD