“Neng,” panggil seorang wanita paruh baya dari balik pintu kamar yang tertutup rapat lantas disusul ketukan kecil berulang kali. Berhasil membuat penghuni sepetak kamar itu menggeliat di atas tempat tidurnya. Kepalanya terangkat dengan berat seraya menujukan pandangannya pada daun pintu. “Neng. Ada yang lagi cariin Neng, nih,” ucap wanita paruh baya itu lagi sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar dengan pelan. Kalimat terakhir yang diutarakan wanita itu kontan membangkitkannya dari tempat tidur meski seluruh tubuhnya masih terasa amat berat. Ia pun beringsut berusaha menarik tubuhnya untuk lekas lepas dari pembaringan yang seolah kian merangkulnya erat-erat. Sesaat ia melirik ke arah jam digital yang terpajang di atas meja belajar. Ah, sudah cukup sore untuk melanjutkan mimpi seharian ini

