KTA’S 88 - Nature’s Grace

2236 Words

Pertanyaan Andrean sukses membungkam sepasang bibirnya dan Nanta hanya mampu menarik napas dengan sepasang netra yang segera ia alihkan ke arah lain. Dan ya, mau bagaimana pun Andrean tetaplah orang tua yang harus ia hormati. “Jadi, Om mau pergi ke mana?” Andrean malah mendesah panjang. “Padahal Papa tadi sudah senang waktu kamu panggil Papa dengan sebutan papa. Ah, Papa pikir kamu sudah berubah setelah sekian minggu kita nggak ngobrol.” Nanta terkekeh pelan seraya tertunduk menatap tanah lembap. Ah, betapa rajinnya tukang kebun di kantor ini. “Saya nggak mau mengkhianati Bapak,” ucapnya kemudian menegak dan mengarahkan tatapannya pada Andrean. Andrean mengggeleng-gelengkan kepala. Namun pria itu tampak tak mau ambil pusing lagi. Ia melenggang menuju mobilnya yang mengilat dan terparki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD