Kembali ke Derel, ia menghela napas saat sekretarisnya mengatakna hal itu. “Apa mereka tau saya menemui, Aurora?” tanya Derel ke Firman—sekretaris pribadinya. “Sepertinya tau, Tuan,” balas Firman. “Kepala saya pusing hari ini, sebaiknya kita kembali ke apartemen saja, Besok saya menemui mereka,” ujar Derel, ia membutuhkan banyak tenaga untuk bisa menghadapi ibunya besok. Pasti ia akan mendapatkan ceramah panjang lebar, dan berbagai kata nasehat. “Baik, Tuan,” jawab Firman, memberi kode ke sang supir untuk membelokkan mobil mengarah ke apartemen. *** “Tidur Aurora, ini sudah jam sepuluh malam,” ujar Darka saat melihat Aurora masih berkutat dengan laptopnya. Rasanya ia ingin membuang laptop itu agar Aurora bisa tidur dengan nyaman. “Bapak pikir saya mau membuka laptop tengah malam

