Aurora belum benar-benar tertidur, siapa yang akan tidur jika baru saja mengalami hal yang mengerikan seperti yang dialami Aurora. Ketakutan itu masih ada, ia belum bisa melupakan penyerangan itu. Tanpa sengaja ia mendengar ucapan Darka, ia menajamkan pendengarannya untuk bisa mendengar apa yang dikatakan Darka. Awalnya Aurora cukup syok saat Darka memikirkan Aurora daripada dirinya sendiri. Belum berhenti di situ saja, Auroa juga dibuat syok dengan ciuman dan elusan lembut itu, tiba-tiba saja jantungnya berdegup begitu kencang saat merasakan bibir itu menyentuh pelipisnya. “Apa yan terjadi, kenapa Pak Darka menjadi manis begini,” batin Aurora masih mecoba untuk tetap tertidur. Bisa malu kalau sampai Darka tau ia belum tidur. Sebisa mungkin ia tetap tenang, agar tak ketahuan. “Aku b

