"Lantas apa yang akan kau lakukan?" "Terpaksa semua perkara kutanggung sendiri." Herman menatap wajah Anita yang sedih. Sepasang mata yang dimiliki Anita berkaca-kaca. Herman tahu benar jika Anita menanggung beban perasaan yang demikian berat. Bagi Herman apa yang harus dilakukan? Dirinya tak bisa berbuat apa- apa. "Aku kasihan melihatmu Nita." Anita menatap Herman dengan linangan air mata. Lantas merebahkan kepalanya di d**a bidang Herman. Telapak tangan Herman membelai rambut Anita penuh kasih sayang. "Kenyataan pahit ini harus ku teguk dengan hati tabah. Demikian juga sebagai anak harus rela berkorban demi orang tua, apa lagi ayahku tidak normal lagi." Anita berkata dengan nada suara tercekam. "Sebaiknya biarlah aku turut menanggung perkara ini. Bukankah aku terlibat p

