Niko kembali masuk dan menarik Tasya untuk keluar bersama nya.
"aww... mas pelan pelan" ucap Tasya yang tangan nya terus ditarik oleh Niko
"aku ngantuk tasya"
"iya kan bisa pelan pelan"
"ahh kamu lambat" Niko menarik tubuh Tasya lalu menggendong nya ala bridal style.
"mass... kamu niii turunin aku" ucap Tasya yang memberontak
"diam Tasya kamu nggak tau kita dimana" ucap Niko dengan wajahnya yang masih datar
Bodyguard yang berada di dekat mereka hanya menggaruk garuk canggung karena berada di tengah tengah tuan dan nyonya nya yang sedang bermesraan.
'malang banget lah sudah jomblo disini lagi sama mereka' gerutu bodyguard itu dalam hati
"carikan aku kamar kosong" ucap Niko ke bodyguard itu
"mau apa?" tanya Tasya yang masih ada di gendongan Niko
"aku ngantuk"
"iya aku tau , tapi kan bisa tidur di kamar mama tadi"
"kamu tega nyuruh aku tidur di sofa, cepat carikan aku kamar kosong yang dekat dengan kamar mama papa"
"baik tuan" jawab bodyguard itu lalu mangkir dari hadapan mereka berdua
"terus sekarang kita mau kemana?" tanya Tasya
"tunggu bodyguard itu kembali"
"he? kan lama.. kamu turunin aku dulu aja"
"nggak"
"tapi nanti kamu capek"
"aku nggak peduli"
"tapi aku yang peduli, ayo turuni aku"
"Tasya tolong diam"
"mas...." rengek Tasya
Niko tetap tak menuruni Tasya sampai ketika bodyguardnya kembali dan memberitahu dimana ruangan yang kosong untuk mereka berdua istirahat.
sesampai nya di ruang VVIP itu Niko langsung membawa Tasya ke ranjang.
"mas kamu jangan macem macem... ini di rumah sakit" ucap Tasya yang sudah menjauhkan dirinya dari Niko
"dirumah pun kamu juga nggak ngasih aku" ucap Niko lalu ikut Tasya ke dalam selimut
"mas...."
"iya aku tau"
"aku keluar aja ya"
"kamu tega?"
"bukan gitu"
"terus apa beda nya"
"yaudah nggak jadi" Tasya mengurungkan Niat nya lalu ikut berbaring dengan Niko disamping nya.
"kesini jangan jauh jauh kenapa, aku juga nggak akan makan kamu"
"gini aja ya mas"
"Tasya kamu tega"
"iss kamu mah gitu terus" Tasya mendekatkan dirinya ke arah Niko dan sama Niko langsung di dekap nya.
"jangan bergerak atau kita lakukan lebih dari ini"
"MAS"
"beneran mau?"
"nggak"
"yaudah diam, aku mau tidur besok masih ada rapat dan mama papa aku juga masih belum sadar jadi tolong pengertian nya istriku" ucap Niko pas disamping telinga Tasya.
muka Tasya memerah bisa bisa nya Niko berucap begitu sekarang.
Tak terasa pagi menjelang matahari sudah berada di tempatnya , namun wanita yang masih setia bergelung kasur masih enggan meninggalkannya seolah ada bidng magnet di sana.
ketika ia merentangkan tangannya ternyata yang ia cari tak ada di tempat.
ya sang suami Niko Hartanto pria yang semalam memeluknya dengan erat bak ada lem yang melumuri tubuh mereka,namun pagi ini pria itu sudah tak ada di ranjang.
"kemana dia?' ucap Tasya sambil mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru kamar.
"nyonya sudah bangun" ucap wanita berpakaian hitam hitam yang dari tadi sudah berada tak jauh dari Tasya bahkan sudah setia memantau nya sejak 2 jam yang lalu. dan ia adalaha Bodyguard yang sengaja di utus oleh Niko untuk menjaga Tasya.
"kamu?" tanya Tasya yang masih belum sadar sepenuhnya dari alam mimpi
"saya monik nyonya" ucap bodyguard itu
"monik?"
"saya diminta tuan Niko untuk menjaga nyonya"
"menjaga saya kenapa? saya nggak perlu di jaga juga bisa jaga diri sendiri kok"
"saya tidak tau nyonya saya hanya menjalankan tugas"
"maaf bukan gitu maksud aku , tapi-
"nggak papa kok nyonya"
"hmm, apa nona bdyguard lihat mas Niko?"
"tuan Niko dari 2 jam yang lalu sudah pergi ke kamar nonya besar nyonya"
"apa nyon eh mama mertua ku sudah sadar nona nodyguard?"
"sudah nya, nyonya bisa manggil saya monik saja"
"apa boleh?"
"tentu saja nyonya , nyonya kan-
"karena aku istri mas Niko? kan yang gaji kalian dia bukan aku jadi aku nggak bisa dong seenak nya sama kalian hmm nona bodyguard umurnya berapa?"
"saya 25 tahun nyonya"
"wahhh ... hei monik" ucap Tasya riang dia senang sekali bisa beretemu dengan orang yang seumuran dengan nya
"hai nyonya"
"kita seumuran loh, hm apa kamu mau panggil aku Tasya aja aku agak risih dipanggil nyonya terus"
"tapi kan-
"waktu kita berdua saja kamu panggil aku nama ya.. kan kita teman"
"baik nyony eh Tasya"
"yeay gitu dong aku senang banget.. kita teman ya" ucap Tasya penuh riang dengan menyemantkan jari kelingking nya ke jari Tari sang bodyguard
Tasya berjalan menuju balkon disana ada tempat duduk yang langsung mengarah ke taman belakang rumah sakut.
ia duduk disana dan di temani oleh Monik sang bodyguard
"monik sini duduk disamping aku" ajak Tasya
"tapi nya eh Tasysa"
"nggak papa kan nggak ada orang lain"
"yaudah" Monik mengalah menurutnya ucapan atasan adalah keharusan. ia duduk disampang Tasya
"aku mau ke kamar mama mertua tapi aku takut"
"kenapa?"
"mama mertua tidak suka dengan aku"
"kamu harus buat dia suka dong sama kamu"
"aku nggak bisa, aku lemah banget ya nik"
"kamu belum coba, coba dulu baru bilang nggak bisa"
"kamu belum tau gimana rumit nya keluarga ini"
"aku tau kok"
"serius?" tanya Tasya yang penasaran dengan jawaban Monik
"soal nona Alexi?"
"wah hebat kamu ternyata tau ya... aku bodoh kan nik"
"siapa yang bilang kamu bodoh?"
"aku barusan"
"yaelah ... kamu kan istri sah nya tuan Niko kenapa kamu harus takut"
"tapi mas Niko nggak cinta sama aku nik"
"siapa bilang? ehh jangan jangan kamu juga yang bilang" tanya Monik penuh selidik
"nggak mas Niko nya sendiri"
"hmm Tasya tasya .. maaf ni ya nyonya Tasya.. gini ni kalau misalnya cowok dengan cewek dia nggak akan mau dekat dekat sama cewek itu bahakan berserntuhan aja dia enggan.. coba aku balikin lagi ke kamu.. Tuan Niko ada marah nggak kalau kamu sentuh, atau jangan jangan Tuan Niko yang suka dekat dekat sama kamu bahkan jangan jangan dia yang mengambil inisiatif untuk dekat dengan kamu"
Tasya memikirkan ucapan Monik barusan , berputar lah tiap memori demi memori nya bersama Niko di dalam pikiran nya sekarang .. tiap tiap praduga mulai terancang di otaknya..
'apa benar mas Niko suka dengan ku? tapi kan dia sudah ada Alexi , nggak mungkin dia melepaskan berlian demi seonggok batu kali seperti ku kan... apa Alexi benar benar sudah kalah dengan ku sang batu kali? ahh nggak mungkin.. sangat sangat nggak mungkin, tapi berharap bolehkan nggak pap deh jatuh sekali bahkan berkali kali demi cinta' Tasya terus berbicara dengan dirinya sendiri dalam hati
Cinta? ya dia sudah jatuh cinta dengan sang suami bahkan setlah ijab kabul cinta nya sudah bersemanyam nyaman didalam hatinya. namun ia masih takut untuk membuka nya ke Niko , apalgi saat Niko bilang k=bahwa ini hanya pernikahan kontrak sejak itulah ia kembali menutup hatinya. ia takut takut utnuk kembali tersakiti dan di permalukan lagi. cukup di SMA ia merasakan itu jangan lagi saat sudah berumah tangga hatinya masih bisa di ombang ambing oleh cinta tak terbalaskan.
"sudah dapat jawaban nya?" Tanya Monik yang dari tadi terus memperhatikan wajah Tasya yang masih bingung
"ntahlah .. aku nggak tau monik"
"kalau cinta ya di perjuangin masa harus nyerah sebelum berperang si"
"Baiklah aku akan berusaha... bantu aku ya dan doakan aku juga biar menang" ucap Tasya penuh semnagat
"siap nyonya kecil" ucap Monik sambil mencubit pipi Tasya geram.
"auww..." ringis Tasya
"upss maaf maaf sakit ya.. aku ambilin obat kompres dulu" Monik sudah panik ia merasa keterlaluan dengan sikapnya kepada Tasya
"hahaha nggak papa kok ... orang aku hanya ngomong auw aja deh kok kamu yang panik"
"beneran nggak papa?"
"iya aku nggak papa"
"syukur deh kalau kamu kenapa kenapa bisa di penggal aku atau mungkin bisa dilempar aku ke kolam penuh buaya"
"hahaha mati dong"
"menurut mu nyonya kecil?"
"jangan nanti siapa yang bakal jaga aku m baru juga sehari"
"maka itu nyonya kecil jangan sampai terluka"
"oke laksanakan nona bodyguard"
mereka terus bergelak tawa berdua di ruang kamar itu.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung ...
terimaskih sudah membaca semoga nggak bosan bosan yaaa...
jangan lupa tinggalkan jejak dengan beri komentar
salam dari author dunia halu Pearl :)