Tasya POV
pagi ini aku senang banget karena bisa berbagi cerita dengan monik bodyguard baru yang di siapkann oleh mas Niko untuk menjaga ku. Monik ternyata berusaia sama denganku dan aku mengajak nya untuk berteman dan dia ku perbolehkan untuk memanggil ku nama tanpa ada embel embel nyonya saat kami berdua.
selama ini aku sendiri belum ada orang yang bisa aku ajak cerita selain Bik Mirna di rumah. tapi aku tak bisa bicara semua nya karena aku takut bik Mirna kepikiran dan sakit.
kami berbincang bincang kurang lebih satu jam an dan akhirnya aku mengakhiri perbincangan tersebut dan pergi ke kamar mandi.
di kamar mandi aku mengguyurkan tubuh ku dengan air hangat. setelah itu aku memakai kembali pakaian ku karena tak ada pakaian lagi disini selain yang aku pakai.
setelah itu aku keluar dan menemui Monik yang masih setia menunggu ku di sofa .
"ayok" ajak aku ke dia yang dari tadi setia memperhatikan gerak gerik ku
"mau kemana?"
"ke tempat mama mertua"
"sudah berani?"
"tentu dong , ayok"
aku dan monik berjalan bersama menuju kamar mama mertua ku, awalnya aku takut dan ragu namun mau gimana lagi aku harus bisa mengambil hati nya jika hari ini tak berhasil aku akan coba di lain hari .
aku mengetuk pintu sekali dua kali sampai yang ketiga ternyata sudah di buka kan oleh bodyguard yang semalam aku minta i tolong
"terimakasih pak bodyguard" ucap ku tulus
"kenapa dia bisa disini!!" ucap mama mertua ku setelah aku masuk sepertinya ia tak suka dengan kehadiranku
"maaf ma" ucapku dan langsung melangkah pasti masuk ke dalam ruangan
"kamu sudah bangun?" tanya mas Niko sesaat aku sudah ada disamping nya
"NIKO MAMA TANYA SEKALI LAGI KENAPA DIA BISA DISINI" betak mama mertua ku ke mas Niko, sepertinya mama Linda emang paling sukar untuk didekati apalgi aku orang yang tak punya apa apa. tapi dengan kenyakinan dan kerja keras aku akan terus mendekatinya.
"Tasya merawat Niko ma" jawab Mas Niko sambil mengelus elus bahu ku mencoba untuk menenagkan aku agar tak takut menghadapi mama
"Alexi mana? kenapa nggak dia saja yang kau bawa kesini?"
'hm lagi lagi dia kenapa sih mama nggak menerima aku saja aku kan lebih SAH di mata hukum dan agama dari pada dia. apa karena dia hamil anak nya mas Niko' ucap ku pada diriku sendiri
"Al kan lagi hamil ma nggak baik jika aku bawa dia kesini"
jujur aku merasa sedih pas mas Niko berucap seperti itu , ada benar nya juga tapi kan dengan alasan begitu nampak jelas bahwa ia bilang aku hanya pengganti Alexi ketika dia sedang tak bisa.
"kamu kapan menceraikan wanita ini dan menikah dengan Alexi ! kamu mau anak kamu lahir tanpa hubungan" telak mama mertua ku, yang ternyata selama in mengidamkan untuk aku bercerai dengan mas Niko padahal usia pernikahan kami masih berumur jagung.
tapi jika ia tak menikahkan Alexi bagaimana nasib anak mereka ... lahir tanpa ada nya hubungan . sangat sakit dan aku pernah mengalaminya dulu aku harap anak mereka tak seperti diriku.
ahh kenapa aku yang jadi melankolis si
"aku tak akan menceraikan Tasya ma"
"maksud kamu!! kamu mau polgami !! kamu pikir kamu bisa adil Niko !! jangan bodoh ya kamu , jangan sakiti dua hati lebih baik kamu lepaskan satunya"
'ya tentunya aku yang bakalan di lepas, untuk apa mempertahankan wanita yang tak berguna dan tak kaya seperti ku ditambah aku yang hanya tamatan SMA mana bisa selevel dengan mas Niko seorang CEO.. Tasya Tasya kenapa si kamu pake mimpi buat mas Niko jatuh cinta sama kamu, yang ada sakit hati lagi kan'
"bukan gitu ma"
"yang pokok nya mama mau kamu memihak ke Alexi , mama nggak mau cucu mama kenapa kenapa karena otak cetek mu ini Niko" ucap mama sambil ingin berdiri dan dibantu untuk ke kursi roda nya
"mama mau kemna?" Tanya mas NIko
"ke kamar papa kamu lah.,,"
"tapi mama belum sembuh"
"mama akan sembuh saat lihat papamu juga nanti"
"alah dasat mama bucin"
"ya deh iya" tambah mas Niko setelah melihat ekspresi mama Linda yang tiba tiba berubah ingin memarahi nya
Mama Linda pun didorong kursinya oleh Monik ke luar ruangan , saat berpapasan dengan aku mama Linda memilih untuk membuang mukanya padahal aku sudah siap senyuman terbaik ku.
dan disini tinggal lah aku berdua dengan mas Niko disini.
"mas aku mau pulang" ucap ku membuka suara
"kenapa? kamu sakit hati dengan ucapan mama barusan " Mas Niko sepertinya marah dan emosi dengan ucapanku padahal kan aku belum selesai bicara.
"bukan gitu mas, aku mau ganti baju ambil baju kamu dan bawa makan untuk kamu juga, dan nanti siang aku kesini lagi"
"siang ini aku nggak ada disini"
"kenapa? kamu ada rapat ya?"
"iya maaf"
"hmm apa boleh aku antar saja ke kantor kamu"
"oke"
"baiklah aku permisi pulang dulu takut nggak keburu nanti buat nya" ucapku yang sudah ambil ancang ancang ingin berlari namun cepat di tahan oleh mas NIko
"sekarang?" tanya nya yang alis nya sudah bertaut
"iya mas"
"yaudah tapi hati hati, eitt tunggu bodyguard mu datang baru pergi"
"tapi mas"
"nggak ada tapi tapian dan duduk disini" ajak mas Niko ke arah sofa dan aku duduk an disamping nya.
15 menit kemudian monik kembali seorang diri.
"eh monik datang, mas aku pergii ya" ucap Tasya dan dibalas anggukan oleh Niko
"sampai jumpa jam 1 mas" ucap ku kembali sebleum menutup pintu ruangan
Niko membalasku dengan senyuman nya.
aku dan Monik berjalan ke arah mobil yang ternyata adalah milik perusahaan yang dititipkan olehnya ntuk mengantar dan menjemputku.
"ini mobil perusahaan?" ucap ku sesaat kami sudah di perjlanan pulang
"iya"
"wahh ini kan mobil mahal, kamu hebat loh Monik"
"kok aku yang hebat kan ini perusahaan milik suami kamu ... jangan jangan kamu lupa lagi"
"ya kali aku lupa dengan suami ku sendiri" balas ku dengan jurus andalan ku yaitu bibir monyong karena kesal
"oh iya maaf tapi rumah kamu dimana?"
"oh iya aku lupa kasih tau... ini ni jalan rumah aku"
"ohh nggak jauh" ucap monik lalu kembali dengan setir nya
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah minimalis milik Tasya pemberian , sesaat mereka sampai ternyata Bik Mirna sedang menyapu halaman luar rumah
"bibik" teriak ku memanggil Bik Mirna , dan bik mirna pun langsung menoleh ke arah ku
"ya allah nyonya , akhirnya nyonya pulang... nyonya tau ngga bibik khwatri semalamn , jika saja nyonya nggak nelpon mungkin bibik sudah lapor polis"
"maaf ya bik, semalam aja buru buru"
"iya nya nggak papa"
"oh iya bik ini kenalin nama nya Monik , dia bodyguard sekaligus teman yang di pesan oeh mas Niko" ucap Tasya penuh girang karena sang suami sedikit mulai perhatian dengan nya .
"bibik ikut sennag, oh iya nona Monik jangan sungkan kalau mau kemari"
"iya bude"
"eh jangan panggil bude panggil bik mirna aja"
"iya bik mirna maaf"
"nggak papa"
"Tasya masuk ya, Tasya mau masak buat suami tercinta
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>.
Bersambung
semoga klaian suka dan jangan lupa beri komentar komentar terimakasih